Kamis, 19 Juli 2018 | 07:21 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Soal kawasan kumuh, Anies tidak ingin sederhanakan namun tak akan diamkan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Administrator
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
<p>Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah banyak contoh penataan kawasan kumuh di luar negeri yang bisa dicontoh dan diterapkan di Jakarta.</p><p>"Kawasan kumuh tidak hanya ada di Indonesia. Kota-kota besar dunia juga ada kawasan kumuh. Sudah banyak terobosan yang dilakukan di sana dalam menata kawasan kumuh," kata Anies di Jakarta, Jumat (7/10).</p><p>Anies mengatakan penataan kawasan kumuh di kota-kota besar dunia bukan sekadar memindahkan warga, melainkan mengubah lingkungan tersebut menjadi kampung-kampung yang nyaman untuk ditinggali.</p><p>Namun, Anies sendiri mengakui penataan kawasan kumuh bukan persoalan yang sederhana. Dia tidak ingin menyederhanakan persoalan, tetapi juga tidak ingin mendiamkan.</p><p>"Karena itu saya berkomitmen untuk menata lingkungan yang dianggap kumuh. Ada caranya. Gubernur harus bisa mencari solusi yang adil, kemudian membuat aturan dengan mengedepankan prinsip keadilan," tuturnya.</p><p>Menurut Anies, salah satu tujuan negara Indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan penegakan aturan bagi seluruh rakyat Indonesia.</p><p>Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 akan diikuti tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.</p><p>Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 19 Juli 2018 - 06:34 WIB

KPK tetapkan Bupati Labuhanbatu sebagai tersangka

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 06:22 WIB

Gerindra sebut pertemuan Prabowo-SBY akan dijadwal ulang

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 06:10 WIB

Prabowo jenguk SBY, Gerindra: Tidak ada kesepakatan Pilpres

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com