Selasa, 19 Juni 2018 | 04:05 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Ironis, komitmen di Indonesia masih rendah meski Jokowi salah satu kampiunnya

Kampanye #HeforShe dari UN Women

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Mosaik lelaki yang turut dukung kampanye HeforShe (sumber: Facebook HeforShe)
Mosaik lelaki yang turut dukung kampanye HeforShe (sumber: Facebook HeforShe)
<p>Mungkin sebagian dari pembaca pernah melihat kampanye sosial yang melibatkan aktris Hollywood Emma Watson, yang terkenal dalam franchise film Harry Potter terkait pemberdayaan perempuan. Kampanye tersebut bernama <i><strong>HeforShe</strong></i>, dan merupakan sebuah solidaritas untuk pemberdayaan perempuan yang diprakarsai oleh lembaga <i>UN Women</i> dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Salah satu tujuan kampanye ini melibatkan kaum lelaki khususnya generasi muda untuk mengambil langkah nyata guna menangkal ketidakadilan yang dihadapai oleh kaum perempuan. </p><p><br></p><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FHeForShe%2Fvideos%2F476347649227362%2F&amp;show_text=0&amp;width=560" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" width="560" height="315"></iframe><p>Aktris Emma Watson berbicara tentang kampanye HeforShe dari UN Women (sumber: Facebook)</p><p><br></p><p>Kampanye ini senada dengan salah satu dari 17 <strong>Tujuan Pembangunan Berkelanjutan</strong> (<i>Sustainable Development Goals</i>) yang merupakan program untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan kemanusiaan dan lingkungan hidup, sebagai kelanjutan dari <i>Millenium Development Goals</i>, dan akan dipetakan selama kurun waktu 2015 hingga 2030. </p><p>Bukan hanya sosok selebriti perempuan seperti Emma Watson yang turut bergerak mempopulerkan kampanye kesetaraan jender ini. Bintang Bollywood Farhan Akhtar &nbsp;bahkan telah ditunjuk sebagai Duta UN Women yang pertama dari kalangan lelaki pada tahun 2014 lalu. </p><p>Memang salah satu strategi jitu yang diterapkan UN Women adalah mencari dukungan bukan hanya antara sejumlah selebriti tetapi juga di kalangan akademis, pemimpin bisnis dan politik – termasuk para lelaki – untuk memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui <strong>IMPACT 10x10x10</strong> (mencerminkan adanya sepuluh perwakilan dari masing-masing bidang). &nbsp;Seperti dilaporkan oleh majalah <i>Fortune</i> pada tahun 2015 lalu, di antara pemimpin politik dunia, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo merupakan salah satu kampiun yang telah secara terbuka memberikan dukungannya. Khususnya, Presiden Jokowi telah memberikan komitmen untuk mencapai setidaknya 30 persen perwakilan perempuan di DPR. </p><p><br></p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/95190daad01722a85bdfa6a1dc1bb5836150c2f5.jpg" width="555"></p><p>Kaum lelaki berikan dukungan bagi kampanye HeforShe dalam sebuah event&nbsp;(sumber: Facebook)<br></p><p><br></p><p>Terdapat komitmen lain dari para kampiun antara lain: menghilangkan perbedaan gaji karena jender untuk sejumlah karyawan (Schneider Electric); menjangkau 2.5 juta perempuan&nbsp; dengan program penyertaan keuangan (Barclays Bank); meningkatkan perekrutan perempuan di Amerika Utara hingga 50 persen (McKinsey &amp; Co.). Lalu ada juga komitmen pemimpin dunia seperti mengakhiri pernikahan dini di negaranya (Presiden Mutharika/Malawi); menghilangkan perbedaan gaji antara lelaki dan perempuan (PM Lofven/Swedia) serta menghadirkan lebih banyak perempuan dalam dunia kerja (PM Abe/Jepang). </p><p>Ironisnya, dengan pemimpin negaranya yang adalah kampiun perubahan tersebut, Indonesia masih memiliki komitmen yang kecil pada inisiatif ini, setidaknya jika diukur dari segi komitmen yang tercantum secara digital dari kalangan netizen lelakinya. Bandingkan dengan kelima negara yang memimpin dalam hal partisipasi kampanye HeforShe, Indonesia masih jauh ketinggalan. </p><p>Pada waktu berita ini diturunkan, Rwanda – sebuah negara kecil di Afrika Tengah menempati peringkat pertama dengan lebih dari 159 ribu komitmen secara online, yang memprioritaskan persoalan pendidikan, dunia kerja dan KDRT sebagai tiga masalah terbesar dimana perempuan harus lebih diberdayakan.&nbsp; Pemimpin lainnya adalah Amerika Serikat (113 ribu);&nbsp; Meksiko (89 ribu); Inggris (53 ribu) dan Ekuador (41 ribu).&nbsp; Indonesia baru memiliki 4353 komitmen secara online untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dimana hanya 80 persen pesertanya merupakan kalangan lelaki. </p><p>Indonesia memang tidak sendiri dalam kurangnya sosialiasi kampanye ini; UN Women mengajak masyarakat untuk melakukan sejumlah aktivitas nyata dan menyatakan komitmennya melalui situs <a href="www.heforshe.org">HeforShe</a>. Terdapat beberapa sektor yang dapat dipilih yakni pendidikan, kesehatan, identitas, dunia kerja, kekerasan dan politik.&nbsp; Jika ingin mengambil inisiatif membuat sebuah event yang dapat berkomitmen dalam salah satu unsur pemberdayaan di atas, maka siapapun dapat menginformasikannya ke <a href="http://www.heforshe.org/en/your-events-upload" rel="nofollow">UN Women secara online</a>. Aktivitas yang memberdayakan perempuan di ranah ekonomi berpotensi menimbulkan <i>multiplier effect</i> yang lebih hebat lagi, mengingat kemandirian secara ekonomi adalah salah satu alat yang berefek pada unsur lainnya: pendidikan, kesehatan dan sosial. </p><p><br></p><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FHeForShe%2Fvideos%2F571208089741317%2F&amp;show_text=0&amp;width=560" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" width="560" height="315"></iframe><p>Salah satu pembicara muda asal Indonesia dalam rangka peringatan ke 2&nbsp; kampanye&nbsp;HeforShe (sumber: Facebook)<br></p><p><br></p><p>Sebagai media yang berkomitmen untuk mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan; Elshinta Media Group juga terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun yang tertarik mengangkat sejumlah kisah sukses, atau menyoroti persoalan-persoalan yang harus ditindaklanjuti para pelaku dan stakeholder di masyarakat dengan menghubungi <a href="http://elshinta.com/page/kontak" rel="nofollow" target="_blank">di sini</a>.&nbsp;&nbsp; Salah satu inisiatif nyata sudah disiapkan landasannya pada <a href="http://elshinta.com/news/82064/2016/10/07/masyarakat-indonesia-dinobatkan-sebagai-masyarakat-dermawan-no-2-di-dunia" rel="nofollow" target="_blank">Festival Filantropi Indonesia</a> yang berlangsung selama 6 – 9 Oktober 2016 di Jakarta demi mendukung berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (atau dikenal dengan akronim Inggrisnya, SDGs). Sejumlah <a href="http://elshinta.com/news/82073/2016/10/07/filantropi-indonesia-kerjasama-dengan-bekraf-baznas-dan-bpjs-ketenagakerjaan" rel="nofollow">kerjasama lembaga Filantropi Indonesia</a> sudah dipersiapkan bersama pihak seperti Bekraf, Baznas dan BPJS untuk mendukung sejumlah target yang termaktub dalam SDGs. </p><p>Nah, apakah anda juga siap berpartisipasi secara nyata mendukung pemberdayaan perempuan? &nbsp;Ayo berikan komitmenmu untuk kampanye HeforShe dan siapkan sejumlah aktivitas nyata sekarang juga. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com