Senin, 22 Oktober 2018 | 05:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Anies kunjungi Pasar Glodok

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto : Antara
Ilustrasi. Foto : Antara
<p>Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 harus bisa menjadi contoh kontestasi yang baik dalam keberagaman demi kemajuan bersama warga Jakarta.</p><p>"Tanggal 15 Februari 2017 itu kita bukan memilih Agus, Basuki atau Anies, melainkan hari penentuan bagaimana warga Jakarta ingin melihat Jakarta berubah untuk lima tahun ke depan," kata Anies saat berkunjung ke Pasar Glodok, Jakarta, Minggu (23/10).</p><p>Anies mengatakan pembangunan Jakarta harus mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat dalam gerakan maju bersama dengan menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 harus menjadi cermin keberagaman yang menghormati berbagai bentuk perbedaan.</p><p>Menurut Anies, Jakarta adalah jarum dalam tenun kebangsaan. Pembangunan Jakarta tidak boleh mengabaikan kesenjangan dan potensi perpecahan karena harus bergerak bersama, maju bersama, rukun bersama dan aman bersama.</p><p>"Salah satu cermin keberagaman di Jakarta terlihat dari keberadaan Glodok. Glodok adalah salah satu bagian dari kota lama Jakarta," tuturnya.</p><p>Pada masa Hindia Belanda, Glodok dikenal sebagai kawasan Pecinan terbesar di Batavia karena mayoritas warganya merupakan keturunan Tionghoa. Saat ini, Glodok dikenal sebagai salah satu sentra penjualan elektronik di Jakarta.</p><p>"Glodok dapat dikatakan cermin ke-Bhinneka-an. Terdapat beberapa rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah, seperti Gereja Santa Maria de Fatima, Klenteng Kim Tek Ie, dan Klenteng Toa Se Bio," katanya.</p><p>Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 akan diikuti tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.</p><p>Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem; Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 harus bisa menjadi contoh kontestasi yang baik dalam keberagaman demi kemajuan bersama warga Jakarta.</p><p>"Tanggal 15 Februari 2017 itu kita bukan memilih Agus, Basuki atau Anies, melainkan hari penentuan bagaimana warga Jakarta ingin melihat Jakarta berubah untuk lima tahun ke depan," kata Anies saat berkunjung ke Pasar Glodok, Jakarta, Minggu (23/10).</p><p>Anies mengatakan pembangunan Jakarta harus mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat dalam gerakan maju bersama dengan menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 harus menjadi cermin keberagaman yang menghormati berbagai bentuk perbedaan.</p><p>Menurut Anies, Jakarta adalah jarum dalam tenun kebangsaan. Pembangunan Jakarta tidak boleh mengabaikan kesenjangan dan potensi perpecahan karena harus bergerak bersama, maju bersama, rukun bersama dan aman bersama.</p><p>"Salah satu cermin keberagaman di Jakarta terlihat dari keberadaan Glodok. Glodok adalah salah satu bagian dari kota lama Jakarta," tuturnya.</p><p>Pada masa Hindia Belanda, Glodok dikenal sebagai kawasan Pecinan terbesar di Batavia karena mayoritas warganya merupakan keturunan Tionghoa. Saat ini, Glodok dikenal sebagai salah satu sentra penjualan elektronik di Jakarta.</p><p>"Glodok dapat dikatakan cermin ke-Bhinneka-an. Terdapat beberapa rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah, seperti Gereja Santa Maria de Fatima, Klenteng Kim Tek Ie, dan Klenteng Toa Se Bio," katanya.</p><p>Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 akan diikuti tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.</p><p>Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem; Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com