Senin, 20 November 2017

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Pesan Jokowi: sistem pengawasan, data dan informasi penting dalam pelaksanaan SDGs

Selasa, 25 Oktober 2016 14:57

Pembukaan Kelompok Kerja Audit Lingkungan BPK sedunia (sumber: Sekretariat Kabinet) Pembukaan Kelompok Kerja Audit Lingkungan BPK sedunia (sumber: Sekretariat Kabinet)
Ayo berbagi!

Negara Indonesia akan terus menerapkan pertumbuhan yang berkelanjutan mengingat pentingnya hutan sebagai paru-paru dunia. Hal ini terungkap ada Pembukaan Pertemuan Ketujuh Kelompok Kerja Audit Lingkungan Badan Pemeriksa Sedunia pada hari Selasa (25/10) di Hotel Fairmont, Jakarta.  Selain itu Kepala Negara mengatakan untuk mempertahankan keberagaman laut maka praktek illegal fishing perlu terus diperangi.  Sumber-sumber maritim juga akan terus dilindungi selain memperhatikan juga soal komoditas alam termasuk batubara dan kelapa sawit yang merupakan jangkar ekonomi.

Pada kesempatan yang sama Presiden menjelaskan bahwa SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) merupakan komitmen global bersama namun setiap negara mempunyai kondisi lokal masing-masing yang memerlukan solusi lokal. Seperti dilaporkan oleh Reporter Elshinta, Muslichun, Presiden Jokowi mengharapkan kerjasama, tukar menukar informasi dan pengalaman untuk meraih Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Kita sedang hidup di era yang penuh kemajuan dengan inovasi. Kita juga mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan dalam peradaban itu membawa dampak negatif kepada alam, membawa dampak negatif pada bumi sebagai rumah umat manusia.” kata Presiden.

“Indonesia menyadari bahwa hutan di Indonesia sering disebut sebagai salah satu paru-paru dunia; karena itulah kami terus berusaha menerapkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Untuk menjaga bio-diversitas laut, praktek illegal fishing kita perangi, sumber maritim Indonesia dilindungi. Begitu juga komoditas alam seperti batu bara dan kelapa sawit, yang sebelumnya menjadi jangkar pertumbuhan ekonomi. Sekarang sudah mulai menerapkan praktek usaha yang berkelanjutan. “

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa sejumlah landasan legal akan menjadi panduan bagi para stakeholders guna menerapkan Pembangunan Yang Berkelanjutan.

“Perjalanan Indonesia dalam mewujudkan praktek keberlanjutan sudah terkandung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019 yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).  Berangkat dari RPJM tersebut , Pemerintah Indonesia bisa menetapkan dasar-dasar hukum seperti peraturan tingkat presiden dan tingkat menteri untuk menjadi panduan seluruh mitra dan pemangku kepentingan di Indonesia dalam menerapkan Pembangunan Yang Berkelanjutan,” dijelaskan oleh Jokowi.

Tidak lupa, Presiden juga menegaskan bahw implementasi dari sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan itu disesuaikan dengan keadaan setempat di setiap negara mengingat keberagaman kondisi sosial budaya setiap masyarakat.

Sustainable Development Goals adalah komitmen global kita bersama namun kita perlu mengingat bahwa setiap negara memiliki kondisi lokal masing-masing yang memerlukan solusi lokal dalam mengatasi masalah keberlanjutan. Memang Tujuan [Pembangunan] Berkelanjutan di masing-masing negara adalah sama dengan Tujuan di tingkat global tetapi cara mencapainya harus memperhatikan kondisi budaya dan perspektif lokal. “

Menyinggung peran badan-badan pemeriksa keuangan dalam SDGs ini, Jokowi membawa pesan khusus:

“Kita semua perlu supreme audit institution. Supreme audit institution harus meningkatkan partisipasi, transparansi dan akuntabilitas para pemangku kepentingan dalam menerapkan SDGs terutama dalam meningkatkan kualitas sistem pengawasan, sistem data dan sistem informasi.

Presiden berharap pertemuan ini berlangsung kondusif dan berkontribusi pada usaha Indonesia mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang dapat menyelamatkan bumi yang mejadi rumah kita bersama. Pertemuan dihadiri 115 peserta dari sejumlah badan pemeriksa keuangan di dunia, badan-badan PBB serta badan lainnya.

Masih ada lagi informasi The Global Goals (SDGs) menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar