Jumat, 22 September 2017

Target #7: Energi bersih dan terjangkau

Di masa depan BBM dihasilkan dari limbah cair perkotaan

Kamis, 03 November 2016 14:31

Ilustrasi biocrude (sumber: Istimewa) Ilustrasi biocrude (sumber: Istimewa)
Ayo berbagi!

Meski nampak sebagai cuplikan dari film sains, tetapi dalam waktu dekat akan muncul sejumlah kilang minyak yang merubah limbah cair menjadi minyak bumi karena hasil penelitian dari Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) dari Departemen Energi Amerika Serikat.

Saat ini, seperti dilaporkan oleh Science Daily, sebanyak 34 juta galon limbah cair diproses setiap harinya di Amerika Serikat. Jumlah tersebut dapat menghasilkan ekuivalen sekitar 30 juta barrel minyak per tahun menurut sebuah perkiraan. Laboratorium PNNL memperkirakan setiap orang dapat menghasilkan hingga dua atau tiga galon minyak biocrude setiap tahunnya. 

Selama ini, limbah cair dianggap sebagai materi yang jelek untuk menghasilkan biofuel karena bersifat terlalu basah. Pendekatan yang tengah dipelajari oleh PNNL menghilangkan proses pengeringan yang selama ini membuat perubahan limbah cair menjadi BBM mahal dan tidak efisien. Teknologi ini dikenal dengan istilah hydrothermal liquefaction (HTL), dan mengurai limbah cair organik seperti kotoran manusia menjadi komponen kimiawi yang lebih sederhana. Dengan tekanan dan suhu tinggi akan merubah sel-sel dari kotoran ini menjadi dua komponen - biocrude dan cairan buangan.

"Terdapat banyak karbon di limbah cair perkotaan dan yang menarik ada juga lemak," kata Corinne Drennan yang bertanggung jawab atas teknologi bioenergi di PNNL. Menurutnya, lemak yang ada nampaknya mempermudah proses perubahan material lain dalam limbah cair itu, menjadi pelumas untuk mendorong kotoran melalui reaktor energi dan menghasilkan biocrude berkualitas tinggi yang ketika disuling menjadi bahan bahak minyak seperti bensin, diesel serta avtur.

Proses HTL juga memberikan penghematan bagi pemerintah setempat karena menghilangkan proses sisa-sisa pembuangan, dan biaya transportasi serta pembuangannya.

"Hal yang terbaik adalah betapa sederhananya proses ini," kata Drennan. "Reaktor itu adalah sebuah tabung yang panas dan bertekanan tinggi. Kita berhasil mempercepat proses konversi hidtrotermal dalam enam tahun terakhir untuk menghasilkan proses yang berkelanjutan dan dapat diskala ke atas atau ke bawah dan memungkinkan penggunaan limbah cair seperti dari sistem pembuangan kotoran," lanjutnya. 

PNNL telah memberikan lisensi teknolog HTL kepada Genifuel Corporation yang bekerja sama dengan Metro Vancouver untuk membangun sebuah fasilitas demonstrasi. Dengan biaya yang diperkirakan senilai 8 - 9 juta dolar Kanada (sekitar 78 - 88 milyar rupiah) maka rencananya pengerjaan tersebut akan mulai pada 2017 dan siap pada tahun berikutnya. 

"Jika teknologi ini sukses, maka sebuah fasilitas produksi dapat disiapkan untuk operasional pembuangan limbah cair Metro Vancouver yang mencapai target berkelanjutan yaitu nol netto energi, nol pencemaran udara dan nol sisa prosesnya," kata Darrell Mussatto dari Metro Vancouver. 

Selain menghasilkan biocrude, proses ini juga menghasilkan cairan yang dapat dirubah menjadi bahan bakar lain dan produk kimiawi lain. Hasil padat dari proses ini mengandung sejumlah nutrisi yang dapat digunakan sebagai pupuk. 

Masih ada lagi informasi The Global Goals (SDGs) menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar