TB banyak diderita kalangan atas di Eropa abad 18
Elshinta
Sabtu, 18 April 2015 - 06:22 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
TB banyak diderita kalangan atas di Eropa abad 18
Periset menemukan bakteri TB pada mummi warga Hungaria, Terézia Hausmann (foto: dok. Hungarian Natural History Museum).
<p>Para periset telah menemukan bakteri tuberkulosis (TB) pada sisa jasad manusia Hungaria yang sudah berusia lebih dari 200 tahun lalu.</p><p>Temuan tersebut mengungkap bahwa tuberkulosis (TB) banyak diderita kalangan atas Eropa pada abad ke 18, memberi gambaran berbeda penyakit itu dari masa sekarang.</p><p>Saat ini, TB umumnya menjangkiti orang miskin dan mereka yang terinfeksi virus AIDS di negara maju.</p><p>Tapi bukan demikian halnya di Eropa 2,5 abad lalu karena kalangan kelas atas juga terkena penyakit paru-paru yang mematikan ini.</p><p>Delapan dari 26 mayat yang diawetkan yang ditemukan di peti-peti berhias di Gereja Dominican di Vac (VATS) Hungaria menyimpan gen TB. Ada beberapa virus TB pada lima mummi tersebut.</p><p>Mark Pallen dari Universitas Warwick di Inggris mengatakan bukti-bukti menunjukkan, pada jaman tersebut orang umum terinfeksi lebih dari satu virus TB secara bersamaan.</p><p>"Pada jaman sekarang biasanya seseorang terkena satu jenis virus dan itulah asumsi kita mengenai TB. Tapi kami mendapati tidak demikian, dan kami menemukan dua atau tiga gen berbeda pada satu orang dari sampel-sampel ini," ujarnya.</p><p>Pallen mengatakan periset mendapati seorang ibu dan anak perempuan yang terinfeksi berbagai virus TB dan mungkin saling menularkan.</p><p>DNA dengan mudah diperoleh dari sample jaringan mumi tersebut. Tim Pallen menggunakan sebuah teknik yang disebut "metagenomics “untuk mengenali DNA TB langsung pada sampel-sampel jaringan, daripada menggunakan cara yang lebih sulit dengan menumbuhkan bakteri untuk dianalisa.</p><p>Karena berbagai virus TB ditemukan dalam lima mummi tersebut periset memperkirakan banyak orang ketika itu terinfeksi TB yang menyebar dengan mudah.</p><p>Kini periset mengatakan berbagai infeksi telah ditemukan di Afrika Selatan yang rentan dengan kasus HIV dan kebal anti biotik.</p><p>Terinfeksi lebih dari satu bakteri TB menyulitkan perawatan penyakit itu dengan cara-cara lama.</p><p>Pallen mengatakan petugas kesehatan mungkin kini mulai punya pendapat lain mengenai diagnosa dan perawatan TB.</p><p>"Saya tidak bisa mengklaim telah mengubah bidang penyakit ini, melainkan cara orang berfikir dan membuat orang lebih berhati-hati mengenai asumsi apa yang kita lakukan saat ini," tambahnya.</p><p>Pallen mengatakan analisa mutasi dalam sample-sample TB baik yang lama maupun baru menunjukkan bakteri TB sudah ada hampir 6000 tahun lalu sampai periode akhir Romawi.</p><p>Artikel mengenai analisa jenazah mumi abad ke 18 itu diterbitkan dalam jurnal Nature Communications. (VOA)&nbsp;</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kelima aktivitas ini adalah olahraga terbaik untuk tubuh anda
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Siapa sih yang tidak menginginkan bentuk tubuh yang ideal dan proporsional? Banyak di antar...
Menkes resmikan dua puskesmas perbatasan di Kalimantan Barat
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meresmikan dua puskesmas di daerah perbatasan Kalimantan ...
Metanol minuman keras oplosan sebabkan kebutaan-kematian
Kamis, 12 April 2018 - 01:00 WIB
<p>Kandungan metanol atau alkohol industri yang terdapat dalam minuman keras (miras) oplosan d...
Penelitian: Konsumsi makanan cepat saji seperti memberi tubuh infeksi bakteri
Rabu, 11 April 2018 - 01:30 WIB
<p>Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji seperti memberi tubuh Anda...
Dinkes: Pengidap penyakit HIV di Kolaka meningkat
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa jumlah pengidap penya...
Khasiat buah beri, turunkan berat badan hingga tangkal kanker
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
<p>Buah beri mengandung antioksidan dan polifenol yang bagus untuk sistem pencernaan dan memba...
Jus jeruk kurang baik untuk sarapan
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
<p> Jus jeruk sepertinya tidak cocok untuk sarapan, karena hasil studi menunjukkan konsumsi fr...
Daging merah picu kanker usus besar pada wanita
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
<p>Konsumsi daging merah ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar pada...
IDI: Metode cuci otak dr Terawan harus diuji klinis lagi
Senin, 09 April 2018 - 06:16 WIB
<p>Ketua Umum PB IDI Prof Ilham Oetama Marsis, SpoG&nbsp;&nbsp;mengatakan bahwa metode...
Terapi otak dr Terawan tak perlu testimoni
Senin, 09 April 2018 - 06:16 WIB
<p>Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Ilham Oetama Marsis, SpOG m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)