Jumat, 22 Juni 2018 | 01:22 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Hillary Clinton diprediksi menang menuju Gedung Putih

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Administrator
Hillary Clinton
Hillary Clinton
<p>Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton diprediksi akan menang melawan capres dari Partai Republik Donald Trump dalam pemilihan umum presiden (pilpres) AS 2016 pada 8 November.</p><p>Salah satu orang yang meramalkan kemenangan Hillary Clinton dalam pemilu AS itu adalah Profesor Ilmu Politik dari Universitas Miami, Joseph Uscinski.&nbsp;</p><p>"Prediksi hasil dari pemilu terlihat jelas kalau&nbsp;electoral college&nbsp;akan dimenangkan oleh Hillary Clinton," kata Uscinski.</p><p>Electoral College&nbsp;adalah badan yang memilih presiden dan wakil presiden Amerika Serikat setiap empat tahun. Warga Amerika Serikat tidak langsung memilih presiden atau wakil presiden; sebaliknya mereka menunjuk "pemilih" (electors), yang biasanya akan memilih kandidat tertentu.</p><p>Oleh karena itu, presiden tidak ditentukan oleh suara populer nasional. Sebaliknya, setiap negara bagian memiliki kursi dalam suatu&nbsp;electoral college,yang dibagi kira-kira sesuai dengan jumlah penduduknya. Untuk banyak negara bagian, calon yang menang adalah orang yang mengumpulkan semua suara pemilu di negara bagian itu.</p><p>Menurut Uscinski, Hillary Clinton mempunyai modal yang cukup, dibandingkan Trump, untuk berperan sebagai Presiden AS.&nbsp;</p><p>Hal itu didukung dengan pengalaman Hillary saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS pada masa pemerintahan pertama Presiden Barack Obama.</p><p>Selain pengalaman, kata dia, faktor lain yang mendekatkan Hillary ke kursi nomor satu di AS adalah dukungan dari kaum minoritas, yang tampaknya sulit diperoleh oleh Trump -- capres Partai Republik.</p><p>Dia menyebutkan meskipun termasuk golongan minoritas, warga Latin mempunyai suara cukup besar di setiap pemilu AS. Hillary dalam beberapa jajak pendapat terakhir berhasil mendulang suara signifikan dari warga keturunan Latin di AS.</p><p>"Saat ini 70 persen warga AS penduduk kulit putih, tetapi etnis Latin terus bertambah. Ke depannya pasti sulit memenangi pemilu tanpa mendapat dukungan komunitas Latin," ujar dia.</p><p>"Donald Trump sama sekali tidak terlihat untuk mendapat suara dari mereka, jadi kaum Republik akan terluka dalam beberapa pemilu ke depan," tambahnya.</p><p>Tidak hanya diprediksi unggul dalam perolehan suara dari kalangan warga Latin, Hillary juga diperkirakan mendapat dukungan yang lebih dibandingkan Donald Trump dari komunitas warga Muslim di Amerika Serikat.&nbsp;</p><p>Berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/CAIR), sebuah organisasi pembela hak sipil Muslim di AS, lebih dari 70 persen dari total warga Muslim di Amerika Serikat akan memilih Hillary Clinton dalam pemilihan presiden AS pada 8 November. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com