Minggu, 22 Oktober 2017

Mengenaskan, perempuan Afghanistan mengaku diperkosa polisi saat laporkan kasus perkosaan

Selasa, 08 November 2016 16:07

Ilustrasi. Ilustrasi.
Ayo berbagi!

Seorang perempuan muda Afghanistan yang pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus perkosaannya justru diperkosa oleh salah satu komisioner kepolisian distrik di tempat itu, katanya, Senin (7/11). 

Perempuan yang mengaku bernama Mariam (18) itu dibawa paksa dengan todongan senjata dari rumahnya di Distrik Zareh, Provinsi Balkh, Afghanistan Utara awal Juli.

Seorang pria membawanya ke sebuah rumah di jalanan yang sama, kemudian ia diperkosa oleh lelaki itu bersama temannya, katanya melalui telepon.

"Saat saya bersama ayah melaporkan kasus perkosaan ini, seorang komisioner polisi memerintahkan agar ayah menunggu di luar, kemudian ia membawa saya masuk ke kantornya untuk diperkosa," kata Mariam.

Usai diperkosa, ia mengancam agar Mariam "menutup mulut" atau "perempuan itu akan dibunuh", kata korban melalui telepon dari Kabul, tempat ia tinggal bersama ayahnya.

Afghanistan merupakan salah satu negara paling berbahaya bagi perempuan. Negara itu tak memiliki jumlah polisi perempuan yang memadai sehingga tak banyak kaum hawa berani melaporkan kasus penyiksaan tersebut, kata pegiat hak asasi manusia.

Banyak kajian menunjukkan delapan dari 10 perempuan di Afghanistan mengalami penyiksaan seksual secara fisik atau psikologis, tetapi hanya sedikit dari ribuan korban yang melaporkan kasus itu tiap tahunnya.

Pegiat HAM, Oxfam mengatakan, perempuan Afghanistan kesulitan mendekati petugas pria karena alasan sosial dan kebudayaan.

Bahkan saat mereka melapor, kasusnya tidak ditangani dengan baik. Dalam beberapa kasus, polisi kerap menyerang bahkan memperkosa perempuan yang butuh pertolongan, tambahnya.

Sementara untuk kasus ini, komisioner polisi itu, Akram Zareh menyangkal tuduhan tersebut.

"Saya adalah polisi yang jujur. Usia saya saat ini 60 tahun. Dia sudah seperti anak sendiri," kata Zareh melalui telepon.

"Tuduhan itu merupakan rencana untuk menyerang saya," kata dia.

Ayah Mariam, Khairuddin membawa Mariam ke Kabul agar kasus anaknya diperhatikan sehingga mereka dapat mendapatkan keadilan.

"Anak saya mengatakan ia akan membakar dirinya hidup-hidup, karena Mariam tak dapat ke luar rumah, ia malu bertatapan dengan orang lain," kata Khairuddin.

Ia mengaku telah menemui jaksa agung yang berjanji akan menyelidiki kasus anaknya.

"Jaksa agung meminta Mariam untuk menceritakan kasusnya ke petugas perempuan bidang antikekerasan secara tertutup," kata Baktash Azizi, kepala staf Kejaksaan Agung.

"Usai mendengar kesaksiannya, pimpinan menunjuk jaksa di Provinsi Balkh dan seorang jaksa khusus militer untuk menyelidiki kasus tersebut secepat mungkin".

Namun, Zareh masih aktif sebagai komisioner kepolisian distrik dan telah diselidiki untuk kasus pemerkosaan lainnya, kata Azizi.

Mariam mengatakan di Kabul, ia tidak akan pulang sebelum Zareh dipecat.

"Saya akan membakar diri atau kembali ke rumah tempat ia berkuasa. Saya akan bertahan di sini sampai mendapat keadilan," katanya. (Ant) 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar