Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Penjelasan Hukum KRN Memiliki Wibawa Hukum Tertinggi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Wakil Sekjen Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok Li Fei kemarin (07/11) menyatakan, Penjelasan Komite Tetap KRN atas pasal 104 Undang-undang Dasar Daerah Administrasi Khusus Hong Kong telah diluluskan dengan suara bulat dalam Sidang ke-24 Komite Tetap KRN ke-12 Tiongkok, penjelasan hukum ini dilakukan KRN berdasarkan Konstitusi Tiongkok dan Undang-undang Dasar Hong Kong, sehingga memiliki kewibawaan hukum yang tertinggi dan memiliki fungsi yang sama dengan Undang-undang Dasar Hong Kong. Pemerintah pusat Tiongkok akan dengan tegas, jelas dan keras melakukan hantaman terhadap kekuatan "Hong Kong Merdeka" sekaligus mempertahankan kepentingan inti nasional dan mendasar Hong Kong. <p></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Wakil Sekjen Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok Li Fei kemarin (07/11) menyatakan, Penjelasan Komite Tetap KRN atas pasal 104 Undang-undang Dasar Daerah Administrasi Khusus Hong Kong telah diluluskan dengan suara bulat dalam Sidang ke-24 Komite Tetap KRN ke-12 Tiongkok, penjelasan hukum ini dilakukan KRN berdasarkan Konstitusi Tiongkok dan Undang-undang Dasar Hong Kong, sehingga memiliki kewibawaan hukum yang tertinggi dan memiliki fungsi yang sama dengan Undang-undang Dasar Hong Kong. Pemerintah pusat Tiongkok akan dengan tegas, jelas dan keras melakukan hantaman terhadap kekuatan "Hong Kong Merdeka" sekaligus mempertahankan kepentingan inti nasional dan mendasar Hong Kong. <p></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com