Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Menkes tekankan pentingnya gaya hidup sehat

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat agar pembiayaan kesehatan tidak menjadi beban yang signifikan bagi keuangan negara.</p><p>"Upaya mengurangi beban anggaran harus sejalan dengan perubahan paradigma bahkan perilaku masyarakat untuk lebih berparadigma sehat dan menerapkan pola hidup sehat," kata Nila dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 dengan tema "Indonesia Cinta Sehat" di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (14/11).</p><p>Pembelajaran di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan adalah anggaran yang banyak terserap membiayai penyakit katastropik, yaitu penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke.</p><p>Selain itu, biaya pelayanan kesehatan peserta JKN masih didominasi pada pembiayaan kesehatan tingkat lanjutan dibandingkan tingkat dasar.</p><p>Fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban anggaran terhadap keuangan negara, atau membebani sekitar 74 persen anggaran BPJS Kesehatan.</p><p>Pentingnya perubahan pola hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat mendasari program prioritas pembangunan kesehatan melalui program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga.</p><p>"Sebagai unit terkecil dari masyarakat, keluarga diharapkan menerapkan upaya kesehatan promotif dan preventif untuk menerapkan pola hidup sehat," kata Nila.</p><p>Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga dilaksanakan secara bertahap dengan target pada akhir 2019 seluruh puskesmas di Indonesia telah dapat melaksanakannya.</p><p>Tahun 2018, Kemenkes memfokuskan pada sembilan provinsi prioritas, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.</p><p>"Atas dasar pengalaman di sembilan provinsi prioritas tersebut maka akan menggerakkan provinsi lain melaksanakan program Indonesia Sehat," kata Nila.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

<p>Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat agar pembiayaan kesehatan tidak menjadi beban yang signifikan bagi keuangan negara.</p><p>"Upaya mengurangi beban anggaran harus sejalan dengan perubahan paradigma bahkan perilaku masyarakat untuk lebih berparadigma sehat dan menerapkan pola hidup sehat," kata Nila dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 dengan tema "Indonesia Cinta Sehat" di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (14/11).</p><p>Pembelajaran di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan adalah anggaran yang banyak terserap membiayai penyakit katastropik, yaitu penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke.</p><p>Selain itu, biaya pelayanan kesehatan peserta JKN masih didominasi pada pembiayaan kesehatan tingkat lanjutan dibandingkan tingkat dasar.</p><p>Fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban anggaran terhadap keuangan negara, atau membebani sekitar 74 persen anggaran BPJS Kesehatan.</p><p>Pentingnya perubahan pola hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat mendasari program prioritas pembangunan kesehatan melalui program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga.</p><p>"Sebagai unit terkecil dari masyarakat, keluarga diharapkan menerapkan upaya kesehatan promotif dan preventif untuk menerapkan pola hidup sehat," kata Nila.</p><p>Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga dilaksanakan secara bertahap dengan target pada akhir 2019 seluruh puskesmas di Indonesia telah dapat melaksanakannya.</p><p>Tahun 2018, Kemenkes memfokuskan pada sembilan provinsi prioritas, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.</p><p>"Atas dasar pengalaman di sembilan provinsi prioritas tersebut maka akan menggerakkan provinsi lain melaksanakan program Indonesia Sehat," kata Nila.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com