Tersangka teroris di Melbourne protes perlakuan polisi
Elshinta
Senin, 20 April 2015 - 06:22 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Tersangka teroris di Melbourne protes perlakuan polisi
Sevdet Besim dibawa ke pengadilan di Melbourne, usai ditangkap hari Sabtu (18/4/2015) dengan tuduhan terorisme. (Credit: ABC)
<p>Dua tersangka kini masih mendekam dalam tahanan polisi, dengan tuduhan awal merencanakan serangan terorisme bertepatan dengan peringatan Hari Anzac&nbsp; - hari bersejarah bagi Australia selama era PD I.</p><p>Salah seorang tersangka Sevdet Besim (18 tahun) yang berasal dari daerah Hallam di pinggiran Melbourne secara resmi dikenai tuduhan konspirasi merencanakan serangan terorisme.</p><p>Tersangka lainnya juga ditahan sesuai ketentuan aturan bernama Preventative Detention Order (PDO), yang memungkinkan polisi menahan seseorang selama 14 hari. Aturan PDO ini merupakan yang pertama kalinya diterapkan di negara bagian Victoria.</p><p>Sementara tiga pria lainnya telah dibebaskan. Namun salah seorang di antaranya diperkirakan akan juga ditersangkakan.</p><p>Kini, keluarga dari kedua tersangka menuduh polisi menyalahgunakan kewenangannya dan menyerang kedua tersangka saat akan dibawa untuk pemeriksaan.</p><p>Salah seorang di antara tersangka secara resmi mengajukan surat keberatan atas perlakuan polisi tersebut.</p><p>Menanggapi hal itu Kepolisian Victoria membenarkan telah menerima surat keberatan tersebut, dan telah diteruskan ke pihak Professional Standards Command (PSC).</p><p>Menurut Tim Cartwright dari PSC, pihaknya telah melihat surat keberatan itu. "Kami akan tindaklanjuti," katanya.</p><p>"Penangkapan ini dilakukan dalam situasi berisiko tinggi, sekitar Pukul 3:30 pagi, kami kira ada di antara mereka yang bersenjata dan akan menyerang polisi," kata Cartwright.</p><p>Ayah dari salah seorang tersangka mengatakan, perilaku anaknya justru mengalami perkembangan yang baik setelah aktif di pusat studi Al Furqan di daerah Dandenong.</p><p>Kepada ABC ia mengatakan anaknya pernah diperiksa polisi menyusul kejadian salah seorang remaja lainnya yang ditambak mati karena menyerang petugas di luar kantor polisi beberapa bulan lalu.</p><p><img class="fr-dii fr-fin" alt="Sevdet Besim (Foto:Istimewa/instagram)" src="http://www.abc.net.au/news/image/6403770-3x4-340x453.jpg" title="Sevdet Besim (Foto:Istimewa/instagram)" height="363" width="328"><br></p><p><em><a href="http://www.abc.net.au/news/2015-04-20/sevdet-besim-from-in-forest-from-instagram/6404802">Sevdet Besim (Foto:Istimewa/instagram)</a></em></p><p>Namun sebagai orangtua ia melihat perilaku anaknya kini mulai membaik.</p><p>"Sebelum ia menjalankan ibadah, ia selalu liar, banyak merusak, sama seperti kelakukan remaja lainnya. Namun setelah ia taat beribadah, perilakunya itu berubah 100 persen," jelasnya.</p><p>Menurut Asistem Komisioner Cartwright, remaja yang ditangkap ini memiliki hubungan dengan Al Furqan dan remaja sebelumnya yang tewas di depan kantor polisi.</p><p>"Kami ingin menelusuri apa yang membuat remaja ini tiba pada kondisi mereka saat ini, apa yang membuat mereka mengalami radikalisasi," katanya.</p><p>Namun ayah salah seorang tersangka itu mengatakan, pihak keluarganya kini trauma atas perlakukan polisi saat melakukan penangkapan di pagi hari.</p><p>Ia sendiri, katanya, dipaksa tiarap selama 30 menit dan laras senjata polisi diarahkan ke kepalanya.</p><p>Menurut dia, polisi berteriak, "Bicara satu kata lagi, saya bunuh kau. Tidak ada urusan dengan anakmu".</p><p>"Istri saya berteriak-teriak histeris, sampai polisi harus memanggil ambulans. Rumah saya hancur berantakan," katanya.</p><p>Polisi sebelumnya mengakui tiga dari lima pria yang ditangkap mengalami cedera</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda m...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pr...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 1...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat ...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh g...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pert...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Di Indonesia banyak orang terobsesi pada makanan pedas -namun cabe paling pedas sedunia jus...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once