Sabtu, 25 Maret 2017

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye 'berperan' dalam skandal

Senin, 21 November 2016 02:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Jaksa penuntut Korea Selatan mengatakan Presiden Park Geun-hye memiliki "peran" besar dalam skandal korupsi yang melibatkan orang kepercayaannya.

Ketua Kejaksaan Agung Seoul Pusat Lee Young-ryeol mengatakan presiden "terlibat sebagai konspirator".

Ia mengatakan hal itu setelah orang kepercayaan presiden Choi Soon-sil dan dua asisten dikenai dakwaan pada Minggu (20/11).

"Berdasarkan bukti yang kita kumpulkan sejauh ini, Tim Penyelidik Penuntutan Khusus menyimpulkan bahwa presiden mempunyai peran dalam tindak kejahatan yang dilakukan oleh Choi Soon-sil, Ahn Jong-beom, dan Jeong Ho-seong," kata Lee Young-ryeol.

Namun dikatakannya, berdasarkan undang-undang yang berlaku, presiden tidak bisa dikenai dakwaan selama masih menjabat.

"Tim Penyelidik Penuntutan Khusus akan terus menyelidiki presiden," tandasnya.

Juru bicara presiden Jung Youn-kuk menandaskan bahwa presiden tidak terlibat dalam skandal korupsi yang melanda pemerintahan pimpinannya.

Ditambahkannya tuduhan tersebut merupakan "serangan-serangan politik yang tidak adil" dan tim jaksa penuntut telah "membangun rumah fantasi".

Jaksa penuntut yakin presiden memberikan lampu hijau kepada teman lamanya, Choi Soon-sil, untuk terlibat dalam urusan politik dan pada waktu yang bersamaan juga menekan perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk memberikan sumbangan kepada lembaga amal yang dikendalikannya.

Tingkat dukungan Presiden Park kini turun 5%. Ia telah menyampaikan permintaan maaf dua kali lewat televisi nasional tetapi sejauh ini tidak mengindahkan tuntutan untuk mundur.

Tuntutan mundur tersebut disampaikan oleh warga Korea Selatan dalam bentuk protes selama berminggu-minggu terakhir di ibu kota Korea Selatan, Seoul.

Gelombang demonstrasi belakangan ini tercatat sebagai protes terbesar sejak demonstrasi prodemokrasi tahun 1980-an.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar