Rabu, 12 Desember 2018 | 02:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polisi bekuk pelaku tawuran di Purwakarta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Dua pelajar SMK swasta di Purwakarta, Jawa Barat, ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, yang sebelumnya terlibat tawuran sesama SMK swasta dengan mengakibatkan dua korban luka, satu di antaranya kritis berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta.</p><p>Kedua pelaku yakni MY warga Tegal Munjul dan AR warga Pasawahan, masing-masing berumur 17 tahun, merupakan pelajar kelas 2 SMK swasta yang sama.</p><p>Kapolres Purwakarta, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kepada <i>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy</i>, Senin (21/11) mengatakan, tawuran pelajar di Purwakarta sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan, karena tawurannya sudah mengarah kepada tindak kriminal, dimana tawuran yang terjadi di Jalan Raya Warung Kadu Pasawahan antara pelajar SMK swasta yang berbeda dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit.</p><p>Pada aksi tawuran pelajar tersebut mereka membawa senjata tajam berupa celurit, sehingga telah menimbulkan dua korban dari SMK Yayasan Kiansantang (YKS) dengan mengalami luka sabetan celurit, yaitu Riki Hardiansyah (17) telah mengalami luka robek di bagian perut dan saat ini dalam keadaan kritis di RSUD Bayu Asih Purwakarta, serta korban Rizki Rahayu (17) menderita luka di bagian kepala.</p><p>Kedua pelaku saat ini masih dilakukan penyidikan di Unit PPA Polres Purwakarta, karena kedua pelaku masih di bawah umur sehingga perlakuannya mengacu pada tindak pidana perlindungan anak dengan diancam lima tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan dua senjata tajam berupa celurit.</p><p>Sementara, menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dengan maraknya kembali aksi tawuran di kalangan pelajar di Purwakarta, hal tersebut merupakan dampak dari dimenangkannya gugatan di PTUN Provinsi Jawa Barat atas pembekuan sejumlah sekolah swasta oleh dirinya, dimana pembekuan sejumlah sekolah swasta tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai aksi tawuran di kalangan pelajar, karena yang terlibat tawuran di Purwakarta merupakan para pelajar SMK swasta yang dibekukan tersebut.</p><p>Pihaknya belum memiliki solusi lain setelah keputusan pembekuannya digugat oleh para kepala sekolah dan dimenangkan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma D</p><p>Editor: Dewi Rusiana</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

<p>Dua pelajar SMK swasta di Purwakarta, Jawa Barat, ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, yang sebelumnya terlibat tawuran sesama SMK swasta dengan mengakibatkan dua korban luka, satu di antaranya kritis berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta.</p><p>Kedua pelaku yakni MY warga Tegal Munjul dan AR warga Pasawahan, masing-masing berumur 17 tahun, merupakan pelajar kelas 2 SMK swasta yang sama.</p><p>Kapolres Purwakarta, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kepada <i>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy</i>, Senin (21/11) mengatakan, tawuran pelajar di Purwakarta sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan, karena tawurannya sudah mengarah kepada tindak kriminal, dimana tawuran yang terjadi di Jalan Raya Warung Kadu Pasawahan antara pelajar SMK swasta yang berbeda dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit.</p><p>Pada aksi tawuran pelajar tersebut mereka membawa senjata tajam berupa celurit, sehingga telah menimbulkan dua korban dari SMK Yayasan Kiansantang (YKS) dengan mengalami luka sabetan celurit, yaitu Riki Hardiansyah (17) telah mengalami luka robek di bagian perut dan saat ini dalam keadaan kritis di RSUD Bayu Asih Purwakarta, serta korban Rizki Rahayu (17) menderita luka di bagian kepala.</p><p>Kedua pelaku saat ini masih dilakukan penyidikan di Unit PPA Polres Purwakarta, karena kedua pelaku masih di bawah umur sehingga perlakuannya mengacu pada tindak pidana perlindungan anak dengan diancam lima tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan dua senjata tajam berupa celurit.</p><p>Sementara, menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dengan maraknya kembali aksi tawuran di kalangan pelajar di Purwakarta, hal tersebut merupakan dampak dari dimenangkannya gugatan di PTUN Provinsi Jawa Barat atas pembekuan sejumlah sekolah swasta oleh dirinya, dimana pembekuan sejumlah sekolah swasta tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai aksi tawuran di kalangan pelajar, karena yang terlibat tawuran di Purwakarta merupakan para pelajar SMK swasta yang dibekukan tersebut.</p><p>Pihaknya belum memiliki solusi lain setelah keputusan pembekuannya digugat oleh para kepala sekolah dan dimenangkan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma D</p><p>Editor: Dewi Rusiana</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com