Kamis, 18 Januari 2018

Polisi bekuk pelaku tawuran di Purwakarta

Senin, 21 November 2016 15:55

Ayo berbagi!

Dua pelajar SMK swasta di Purwakarta, Jawa Barat, ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, yang sebelumnya terlibat tawuran sesama SMK swasta dengan mengakibatkan dua korban luka, satu di antaranya kritis berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Kedua pelaku yakni MY warga Tegal Munjul dan AR warga Pasawahan, masing-masing berumur 17 tahun, merupakan pelajar kelas 2 SMK swasta yang sama.

Kapolres Purwakarta, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy, Senin (21/11) mengatakan, tawuran pelajar di Purwakarta sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan, karena tawurannya sudah mengarah kepada tindak kriminal, dimana tawuran yang terjadi di Jalan Raya Warung Kadu Pasawahan antara pelajar SMK swasta yang berbeda dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit.

Pada aksi tawuran pelajar tersebut mereka membawa senjata tajam berupa celurit, sehingga telah menimbulkan dua korban dari SMK Yayasan Kiansantang (YKS) dengan mengalami luka sabetan celurit, yaitu Riki Hardiansyah (17) telah mengalami luka robek di bagian perut dan saat ini dalam keadaan kritis di RSUD Bayu Asih Purwakarta, serta korban Rizki Rahayu (17) menderita luka di bagian kepala.

Kedua pelaku saat ini masih dilakukan penyidikan di Unit PPA Polres Purwakarta, karena kedua pelaku masih di bawah umur sehingga perlakuannya mengacu pada tindak pidana perlindungan anak dengan diancam lima tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan dua senjata tajam berupa celurit.

Sementara, menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dengan maraknya kembali aksi tawuran di kalangan pelajar di Purwakarta, hal tersebut merupakan dampak dari dimenangkannya gugatan di PTUN Provinsi Jawa Barat atas pembekuan sejumlah sekolah swasta oleh dirinya, dimana pembekuan sejumlah sekolah swasta tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai aksi tawuran di kalangan pelajar, karena yang terlibat tawuran di Purwakarta merupakan para pelajar SMK swasta yang dibekukan tersebut.

Pihaknya belum memiliki solusi lain setelah keputusan pembekuannya digugat oleh para kepala sekolah dan dimenangkan. 

Penulis: Angga Kusuma D

Editor: Dewi Rusiana

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar