Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

1001 Alasan Bangga Indonesia: #0089

Sendratari Ramayana Prambanan tampil di Paris

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Antara
Foto: Antara
<p>Sendratari Ramayana Prambanan dipentaskan di hadapan sekitar 400 penonton dan diplomat di Kantor Pusat Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Paris, Prancis, Selasa (22/11) malam.</p><p>Menurut Duta Besar/ Deputi Wakil Tetap RI di UNESCO T. A. Fauzi Soelaiman, pementasan sendratari itu merupakan bagian dari perayaan 25 tahun inskripsi Kawasan Candi Borobudur dan Prambanan masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, serta 20 tahun inskripsi Situs Manusia Purba Sangiran masuk dalam daftar yang sama. </p><p> Duta Besar/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Dr. Hotmangaradja Pandjaitan saat pembukaan pementasan Sendratari Ramayana Prambanan mengatakan bahwa kawasan Candi Borobudur dan Prambanan adalah dua situs warisan dunia UNESCO asal Indonesia yang telah diinskripsi sejak tahun 1991. </p><p> Selama 25 tahun tersebut, Indonesia telah menerima banyak manfaat dari UNESCO dalam melestarikan kedua situs warisan budaya tersebut. </p><p>"Untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada UNESCO, Indonesia merayakan ulang tahun inskripsi tersebut di Kantor Pusat UNESCO Paris," katanya.</p><p>Hotmangaradja menuturkan bahwa cerita Ramayana yang berasal dari India memiliki banyak versi di seluruh penjuru dunia dan rata-rata negara Asia mengenal cerita tersebut. </p><p>Cerita Ramayana yang ditampilkan di UNESCO pada Selasa malam, ia menjelaskan, adalah cerita yang berasal dari relief yang terpahat di dinding Candi Prambanan sehingga disebut sebagai Ramayana Prambanan.</p><p> Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, mengharapkan masuknya inskripsi Borobudur dan Prambanan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO dapat menarik perhatian masyarakat, bukan untuk berwisata, tapi juga melestarikannya. (Ant)</p><p><br></p><p>(Der)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

Lingkungan | 15 Desember 2018 - 13:33 WIB

Jokowi ungkap rahasia atasi kabut asap

<p>Sendratari Ramayana Prambanan dipentaskan di hadapan sekitar 400 penonton dan diplomat di Kantor Pusat Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Paris, Prancis, Selasa (22/11) malam.</p><p>Menurut Duta Besar/ Deputi Wakil Tetap RI di UNESCO T. A. Fauzi Soelaiman, pementasan sendratari itu merupakan bagian dari perayaan 25 tahun inskripsi Kawasan Candi Borobudur dan Prambanan masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, serta 20 tahun inskripsi Situs Manusia Purba Sangiran masuk dalam daftar yang sama. </p><p> Duta Besar/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Dr. Hotmangaradja Pandjaitan saat pembukaan pementasan Sendratari Ramayana Prambanan mengatakan bahwa kawasan Candi Borobudur dan Prambanan adalah dua situs warisan dunia UNESCO asal Indonesia yang telah diinskripsi sejak tahun 1991. </p><p> Selama 25 tahun tersebut, Indonesia telah menerima banyak manfaat dari UNESCO dalam melestarikan kedua situs warisan budaya tersebut. </p><p>"Untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada UNESCO, Indonesia merayakan ulang tahun inskripsi tersebut di Kantor Pusat UNESCO Paris," katanya.</p><p>Hotmangaradja menuturkan bahwa cerita Ramayana yang berasal dari India memiliki banyak versi di seluruh penjuru dunia dan rata-rata negara Asia mengenal cerita tersebut. </p><p>Cerita Ramayana yang ditampilkan di UNESCO pada Selasa malam, ia menjelaskan, adalah cerita yang berasal dari relief yang terpahat di dinding Candi Prambanan sehingga disebut sebagai Ramayana Prambanan.</p><p> Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, mengharapkan masuknya inskripsi Borobudur dan Prambanan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO dapat menarik perhatian masyarakat, bukan untuk berwisata, tapi juga melestarikannya. (Ant)</p><p><br></p><p>(Der)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com