Kamis, 21 Juni 2018 | 11:32 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Indonesia ajak Denmark dan Norwegia dalam pengelolaan Selat Malaka

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak perusahaan asing dari Denmark dan Norwegia untuk bekerja sama mengembangkan infrastruktur transportasi laut di Indonesia.</p><p>Untuk mendukung hal tersebut, Menhub di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Senin (28/11), telah mengeluarkan keputusan guna membentuk tim pembiayaan untuk investasi transportasi.</p><p>"Denmark dan Norwegia mempunyai perusahaan-perusahaan yang merajai pelayaran dunia. Karena itu, kami mengajak mereka untuk membangun Selat Malaka dan di bidang navigasi pelayaran," katanya.&nbsp;</p><p>Kementerian Perhubungan akan meminta satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam negeri untuk bekerja sama dengan Denmark dan Norwegia dalam mengelola Selat Malaka.</p><p>Dengan demikian, lanjutnya, pelayaran di Selat Malaka dapat berjalan dengan baik untuk mempertahankan kedaulatan dan memelihara keselamatan dan keamanan pelayaran serta kelestarian lingkungan laut.</p><p>Terkait hal itu, Budi menyampaikan agar 33 perusahaan Denmark dan Norwegia yang hadir dalam acara tersebut dapat bekerja sama di bidang infrastruktur di Indonesia.</p><p>Acara tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan serta dengan Kedutaan Besar Denmark dan Norwegia.</p><p>Turut hadir dalam acara ini adalah Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik dan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge.&nbsp;</p><p>Selain itu, hadir juga perwakilan 33 perusahaan dari Denmark dan Norwegia yang akan memberikan penawaran kerja sama bisnis dan investasi kepada Pemerintah Indonesia dan pelaku bisnis Indonesia baik swasta maupun BUMN.</p><p>Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai upaya pemberantasan pencurian ikan yang ditempuh melalui program Penguatan Armada Kapal Perikanan Nasional.</p><p>Upaya peningkatan keselamatan pelayaran di Selat Malaka juga telah diupayakan pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, baik dengan Singapura maupun Malaysia sebagai negara-negara yang paling sering melintasi jalur tersebut.&nbsp;</p><p>Selat Malaka-Singapura dinilai merupakan alur yang sangat padat karena titik pertemuan berbagai kapal, hingga 80.000 lalu lintas kapal per tahunnya, karena itu sering terjadi kecelakaan.</p><p>Pasalnya, dalam jalur tersebut telah ditentukan rute pemisahan lintas kapal (TSS) di mana bagian selat yang cukup dalam untuk lalu lintas kapal dari Barat ke Timur, sementara sebaliknya dari Timur ke Barat di bagian selat yang dangkal karena kapal-kapal sudah dalam keadaan kosong.</p><p>Namun, Indonesia sendiri belum tergabung dalam sarana bantu navigasi di jalur TSS tersebut, karena berdasarkan mandat Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang berhak mengatur pemanduan atau navigasi di jalut TSS, yaitu "Vessel Traffic Service" Singapura dan Malaysia.(Ant)</p><p><br></p><p>(Sik)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 11:15 WIB

Kapolres Langkat nobar debat publik paslon Gubsu di Pospam

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 10:57 WIB

Spanduk kontroversi tamasya Almaidah muncul jelang Pilgubsu 2018

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 10:44 WIB

Panglima TNI-Kapolri kunjungi korban KM Sinar Bangun

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 10:29 WIB

Rupiah Kamis pagi tercatat Rp14.010

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com