Minggu, 16 Desember 2018 | 16:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

BPBD imbau warga tidak buang sampah ke sungai

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi.
Ilustrasi.
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten meminta warga tidak membuang sampah sembarangan ke daerah aliran sungai (DAS) guna mencegah banjir sehubungan curah hujan di darah itu cenderung meningkat.</p><p>"Kami minta warga jangan sampai buang sampah ke sungai utama maupun anak sungai dan drainase," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Kamis (1/12).</p><p>Pembuangan sampah ke sungai itu tentu dapat menimbulkan banjir permukiman warga karena arus air tidak berjalan lancar.</p><p>Saat ini, curah hujan di daerah itu cenderung meningkat dengan kapisitas ringan dan sedang.</p><p>Peluang hujan tersebut berlangsung pagi, siang, sore, malam hingga dinihari, Kaprawi mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke sejumlah sungai utama maupun anak sungai.</p><p>Sebab, wilayah Kabupaten Lebak jumlah sungai terbanyak di Provinsi Banten karena masuk daerah hulu sungai dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) juga hutan lindung di kawasan Gunung Kendeng Baduy.</p><p>Karena itu, apabila sungai tersebut dipadati sampah berserakan dipastikan arus air tidak berjalan lancar sehingga menimbulkan banjir.</p><p>"Kami berharap larangan buang sampah ke sungai ditaati oleh warga," katanya menjelaskan.</p><p>Menurut dia, pengalaman banjir tahun lalu diantaranya penyumbang banjir ke permukiman warga Rangkasbitung akibat tumpukan sampah yang berserakan di Sungai Ciberang,Ciujung dan Cisimeut.</p><p>Tumpukan sampah itu mengakibatkan arus debit air tidak berjalan sehingga meluap ke permukiman warga yang lokasinya berdekatan dengan sungai tersebut.</p><p>"Kami yakin banjir itu dapat diantisipasi jika warga tidak membuang sampah ke sungai," katanya.</p><p>Kepala Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lebak, Nana Sunjana di Lebak mengatakan pemerintah daerah dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga pelestarian lingkungan sekitar bantaran sungai.</p><p>Pelestarian bantaran sungai harus dijaga dan dipelihara agar tidak menimbulkan pencemaran maupun banjir.</p><p>"Apabila DAS itu dipadati sampah dan limbah maka kondisi air tidak layak digunakan masyarakat juga merusak habitat ekosistem," katanya.</p><p>Selama ini, lanjut dia, tingkat kesadaran masyarakat untuk melestarikan sungai kurang karena terbukti banyak sampah berserakan hingga menimbulkan bau tidak sedap.</p><p>Pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar DAS Ciujung, Ciberang dan Cisimeut agar tidak membuang sampah dan limbah.</p><p>Bahkan, larangan tersebut dengan pemasangan papan peringatan larangan membuang sampah dan limbah ke sungai.</p><p>Pemasangan ini guna meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciujung.</p><p>"Dengan pemasangan imbauan larangan membuang sampah ke sungai bisa mencegah pencemaran lingkungan," katanya.</p><p>Sementara itu, sejumlah warga pencinta lingkungan mengaku pihaknya merasa prihatin melihat kondisi air Sungai Ciujung dan Ciberang, karena kerapkali dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah dari perusahaan.</p><p>Selain itu juga banyak pengendara mobil dan sepeda motor membuang sampah pada malam hari.</p><p>"Kami sering melihat warga buang sampah malam hari, sebab jika siang hari dilarang oleh pemerintah daerah dengan adanya papan peringatan itu," kata Sarip (50), warga Kabupaten Lebak. (Ant)</p><p>(Sik)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Desember 2018 - 16:26 WIB

Jokowi harap Babinsa ingatkan kades maksimalkan dana desa

Musibah | 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Hukum | 16 Desember 2018 - 15:39 WIB

Politisi PDIP batal laporkan SBY ke Polisi

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 15:27 WIB

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban longsor Toba Samosir

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 15:14 WIB

Presiden minta Babinsa cegah konflik di desa

<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten meminta warga tidak membuang sampah sembarangan ke daerah aliran sungai (DAS) guna mencegah banjir sehubungan curah hujan di darah itu cenderung meningkat.</p><p>"Kami minta warga jangan sampai buang sampah ke sungai utama maupun anak sungai dan drainase," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Kamis (1/12).</p><p>Pembuangan sampah ke sungai itu tentu dapat menimbulkan banjir permukiman warga karena arus air tidak berjalan lancar.</p><p>Saat ini, curah hujan di daerah itu cenderung meningkat dengan kapisitas ringan dan sedang.</p><p>Peluang hujan tersebut berlangsung pagi, siang, sore, malam hingga dinihari, Kaprawi mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke sejumlah sungai utama maupun anak sungai.</p><p>Sebab, wilayah Kabupaten Lebak jumlah sungai terbanyak di Provinsi Banten karena masuk daerah hulu sungai dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) juga hutan lindung di kawasan Gunung Kendeng Baduy.</p><p>Karena itu, apabila sungai tersebut dipadati sampah berserakan dipastikan arus air tidak berjalan lancar sehingga menimbulkan banjir.</p><p>"Kami berharap larangan buang sampah ke sungai ditaati oleh warga," katanya menjelaskan.</p><p>Menurut dia, pengalaman banjir tahun lalu diantaranya penyumbang banjir ke permukiman warga Rangkasbitung akibat tumpukan sampah yang berserakan di Sungai Ciberang,Ciujung dan Cisimeut.</p><p>Tumpukan sampah itu mengakibatkan arus debit air tidak berjalan sehingga meluap ke permukiman warga yang lokasinya berdekatan dengan sungai tersebut.</p><p>"Kami yakin banjir itu dapat diantisipasi jika warga tidak membuang sampah ke sungai," katanya.</p><p>Kepala Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lebak, Nana Sunjana di Lebak mengatakan pemerintah daerah dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga pelestarian lingkungan sekitar bantaran sungai.</p><p>Pelestarian bantaran sungai harus dijaga dan dipelihara agar tidak menimbulkan pencemaran maupun banjir.</p><p>"Apabila DAS itu dipadati sampah dan limbah maka kondisi air tidak layak digunakan masyarakat juga merusak habitat ekosistem," katanya.</p><p>Selama ini, lanjut dia, tingkat kesadaran masyarakat untuk melestarikan sungai kurang karena terbukti banyak sampah berserakan hingga menimbulkan bau tidak sedap.</p><p>Pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar DAS Ciujung, Ciberang dan Cisimeut agar tidak membuang sampah dan limbah.</p><p>Bahkan, larangan tersebut dengan pemasangan papan peringatan larangan membuang sampah dan limbah ke sungai.</p><p>Pemasangan ini guna meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciujung.</p><p>"Dengan pemasangan imbauan larangan membuang sampah ke sungai bisa mencegah pencemaran lingkungan," katanya.</p><p>Sementara itu, sejumlah warga pencinta lingkungan mengaku pihaknya merasa prihatin melihat kondisi air Sungai Ciujung dan Ciberang, karena kerapkali dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah dari perusahaan.</p><p>Selain itu juga banyak pengendara mobil dan sepeda motor membuang sampah pada malam hari.</p><p>"Kami sering melihat warga buang sampah malam hari, sebab jika siang hari dilarang oleh pemerintah daerah dengan adanya papan peringatan itu," kata Sarip (50), warga Kabupaten Lebak. (Ant)</p><p>(Sik)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com