Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Ledakan Lagi di Tambang Batu Bara China, 32 Tewas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Para petugas penyelamatan bekerja di lokasi ledakan di sebuah tambang batu bara di Chongqing, China, 31 Oktober 2016. (Reuters/Zhou Shijie)
(Courtesy: VOA Indonesia) Para petugas penyelamatan bekerja di lokasi ledakan di sebuah tambang batu bara di Chongqing, China, 31 Oktober 2016. (Reuters/Zhou Shijie)
<p>Tiga puluh dua penambang dinyatakan tewas hari Minggu (4/12) dalam ledakan tambang batu bara kedua dalam seminggu di China, menurut laporan media milik pemerintah. Ledakan gas itu terjadi di sebuah tambang di kota Chifeng, wilayah Mongolia Dalam, Sabtu siang. Dari 181 penambang yang bekerja di bawah tanah, 149 diantaranya berhasil menyelamatkan diri dan lainnya meninggal, kata Kantor Berita Xinhua. Tambang itu dioperasikan oleh PT. Baoma Mining, menurut Xinhua. Kabar mengenai ledakan itu muncul hanya beberapa jam setelah 21 penambang yang terperangkap empat hari setelah ledakan di tambang batu bara ilegal, dinyatakan tewas di provinsi Heilongjiang di China timur laut. Empat orang ditangkap terkait peristiwa itu. Industri penambangan Tiongkok dari dulu merupakan salah satu yang paling mematikan. Dan pihak regulator keamanan kerja telah mengakui bahwa beberapa tambang menyepelekan standar keamanan karena tekanan keuangan. (vm)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Tiga puluh dua penambang dinyatakan tewas hari Minggu (4/12) dalam ledakan tambang batu bara kedua dalam seminggu di China, menurut laporan media milik pemerintah. Ledakan gas itu terjadi di sebuah tambang di kota Chifeng, wilayah Mongolia Dalam, Sabtu siang. Dari 181 penambang yang bekerja di bawah tanah, 149 diantaranya berhasil menyelamatkan diri dan lainnya meninggal, kata Kantor Berita Xinhua. Tambang itu dioperasikan oleh PT. Baoma Mining, menurut Xinhua. Kabar mengenai ledakan itu muncul hanya beberapa jam setelah 21 penambang yang terperangkap empat hari setelah ledakan di tambang batu bara ilegal, dinyatakan tewas di provinsi Heilongjiang di China timur laut. Empat orang ditangkap terkait peristiwa itu. Industri penambangan Tiongkok dari dulu merupakan salah satu yang paling mematikan. Dan pihak regulator keamanan kerja telah mengakui bahwa beberapa tambang menyepelekan standar keamanan karena tekanan keuangan. (vm)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com