Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Wakil Presiden Filipina Siap Mundur dari Kabinet

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Wakil Presiden Filipina Leni Robredo saat dilantik di Quezon, Filipina, 30 Juni 2016.
(Courtesy: VOA Indonesia) Wakil Presiden Filipina Leni Robredo saat dilantik di Quezon, Filipina, 30 Juni 2016.
<p>Dalam pernyataannya Leni Robredo, seorang pakar hukum HAM dan tokoh politik baru yang dihormati, mengatakan ia akan menyampaikan pengunduran diri itu hari Senin (5/12) kepada pejabat urusan perumahan, suatu jabatan yang dibuat Duterte, tetapi mengatakan bahwa ia akan tetap mempertahankan kedudukannya sebagai wakil presiden terpilih.</p> <p>Di Filipina, presiden dan wakil presiden dipilih secara terpisah dan kerap berasal dari partai-partai politik yang saling bersaing, seperti Duterte dan Robredo.</p> <p>&quot;Saya tidak ingin posisi saya sebagai wakil presiden dicuri. Saya tidak akan membiarkan suara rakyat digagalkan,&quot; ujar Robredo tanpa menjelaskan lebih lanjut. Ditambahkannya, &quot;Saya akan tetap mengabdi pada keluarga Filipina dan memenuhi janji mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.&quot;</p> <p>Pengunduran dirinya berlangsung di tengah badai politik yang dihadapi Duterte terkait keputusannya untuk mengijinkan pemakaman diktator yang sudah lama meninggal, Ferdinand Marcos, di taman makam pahlaman &quot;Heroes' Cemetery&quot; dan penumpasan berdarah terhadap para kartel narkoba yang telah dikecam luas oleh negara-negara Barat dan badan-badan pemerhati HAM dunia.</p> <p>Robredo adalah tokoh penting kedua yang mengundurkan diri dari administrasi pemerintahan Duterte dalam waktu kurang dari satu minggu. Sebelumnya pada hari Selasa lalu (29/11) Maria Serena Diokno juga mengundurkan diri dari jabatan ketua komisi sejarah pemerintah sebagai protes terhadap keputusan Duterte mengijinkan pemakaman Marcos di tempat pemakaman keramat itu. <em>[em/jm]</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Dalam pernyataannya Leni Robredo, seorang pakar hukum HAM dan tokoh politik baru yang dihormati, mengatakan ia akan menyampaikan pengunduran diri itu hari Senin (5/12) kepada pejabat urusan perumahan, suatu jabatan yang dibuat Duterte, tetapi mengatakan bahwa ia akan tetap mempertahankan kedudukannya sebagai wakil presiden terpilih.</p> <p>Di Filipina, presiden dan wakil presiden dipilih secara terpisah dan kerap berasal dari partai-partai politik yang saling bersaing, seperti Duterte dan Robredo.</p> <p>&quot;Saya tidak ingin posisi saya sebagai wakil presiden dicuri. Saya tidak akan membiarkan suara rakyat digagalkan,&quot; ujar Robredo tanpa menjelaskan lebih lanjut. Ditambahkannya, &quot;Saya akan tetap mengabdi pada keluarga Filipina dan memenuhi janji mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.&quot;</p> <p>Pengunduran dirinya berlangsung di tengah badai politik yang dihadapi Duterte terkait keputusannya untuk mengijinkan pemakaman diktator yang sudah lama meninggal, Ferdinand Marcos, di taman makam pahlaman &quot;Heroes' Cemetery&quot; dan penumpasan berdarah terhadap para kartel narkoba yang telah dikecam luas oleh negara-negara Barat dan badan-badan pemerhati HAM dunia.</p> <p>Robredo adalah tokoh penting kedua yang mengundurkan diri dari administrasi pemerintahan Duterte dalam waktu kurang dari satu minggu. Sebelumnya pada hari Selasa lalu (29/11) Maria Serena Diokno juga mengundurkan diri dari jabatan ketua komisi sejarah pemerintah sebagai protes terhadap keputusan Duterte mengijinkan pemakaman Marcos di tempat pemakaman keramat itu. <em>[em/jm]</em></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com