Polri Periksa Delapan Orang, Jokowi Hadiri Aksi Damai di Monas
Elshinta
Senin, 05 Desember 2016 - 06:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder | Editor : Administrator
Polri Periksa Delapan Orang, Jokowi Hadiri Aksi Damai di Monas
(Courtesy: AustraliaPlus) Model-model perempuan di Tour Down Under akan digantikan dengan pesepeda junior mulai tahun depan
<p>Aksi damai berlangsung di Jakarta, di saat polisi mengatakan bahwa delapan orang telah ditahan berkenaan dengan tuduhan makar.</p><p>Juru bicara Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan, 10 orang ditahan pada Jumat (2/12) pagi: 8 di antaranya diduga makar, dan dua sisanya diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).</p><p>Polri mengatakan, mereka yang ditangkap karena dugaan makar telah diinterogasi. Informasi lebih lanjut akan diungkap setelah aksi damai berakhir.</p><p>Dari delapan orang tersebut, salah seorang diantaranya adalah Rahmawati Soekarnoputri, dan seorang mantan jenderal berbintang dua.</p><p>Selain itu yang ditahan adalah bintang pop Ahmad Dhani dan pegiat anti pemerintah Sri Bintang Pamungkas, yang sebelumnya sudah menyerukan agar Presiden Joko Widodo digulingkan.</p><p>Penahanan dilakukan hari Jumat (2/12/2016) menjelang aksi damai yang dihadiri ratusan ribu warga yang dipusatkan di Monas.</p><p>Mantan menteri HAM Yusril Ihza Mahendra dalam cuitannya mengatakan bahwa dia akan memberikan bantuan hukum kepada kelompok yang ditahan tersebut.</p><p>"Saya akan membela mereka, karena saya percaya mereka memperjuangkan sesuatu yang menurut mereka benar, sah dan konstitusional." katanya.</p><p>Dia mengatakan Rahmawati ditahan oleh polisi hari Jumat pagi. </p><p>Presiden Jokowi tidak memberikan tanggapan mengenai penahanan dan mengatakan dalam aksi damai ini tidak akan terjadi kekerasan.</p><p>"Menurut perjanjian yang sudah disepakati bersama, saya kira aksi ini akan betul-betul damai." kata Presiden Jokowi.</p><h3>Ratusan ribu mendatangi Monas</h3><p>Keamanan di ibukota Jakarta ketat, dengan ratusan ribu massa mendatangi Monas untuk melakukan Sholat Jumat bersama.</p><p>Dua puluh dua ribu polisi dan tentara dikerahkan untuk menjaga keamanan, di tengah kekhawatiran aksi ini akan berakhir dengan kekerasan, seperti yang terjadi dalam kejadian bulan lalu.</p><p>Sebagian peserta aksi, yang berasal dari Front Pembela Islam (FPI) meminta agar Gubernur DKI sekarang ini Ahok ditahan, karena telah menista Islam.</p><p>Presiden Jokowi hadir dalam aksi damai untuk menunaikan Sholat Jumat bersama peserta aksi dan setelahnya berbicara kepada massa.</p><p>“Pertama-tama, saya ingin berterima kasih atas doa yang dipanjatkan dan memuji anda semua atas keamanan bangsa dan negara kita,” ujarnya.</p><p>Hari Kamis, Kejaksaan Agung mengatakan bahwa sidang perkara Ahok ini akan segera dilakukan.</p><p>Dalam wawancara ekslusif dengan program 7.30 ABC, Ahok mengatakan dia sudah siap untuk menjalani persidangan.</p><p>"Itulah sebabnya sidang perlu dilakukan untuk membuktikan ini adalah masalah politik, bukan hukum." katanya.</p><p>Mereka yang menentang Ahok mengatakan bahwa warga Muslim tidak seharusnya memilih seorang warga non-Muslim untuk menjadi Gubernur dalam pilkada bulan Februari mendatang.</p><p>Polisi memperkirakan 100 ribu orang akan hadir dalam aksi ini, dimana massa akan membubarkan diri setelah Sholat Jumat selesai.</p><p>Pengunjuk rasa masih memadati berbagai jalan menuju ke Monas, dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia menyarankan warga Australia untuk tidak melakukan kegiatan di seputar kota.</p><p>Mereka yang menentang aksi mengatakan aksi ini dilakukan untuk memastikan Ahok tidak terpilih jadi Gubernur lagi dan untuk menjatuhkan pemerintah Presiden Jokowi.</p><p><em>Diterjemahkan pukul 15:36 AEST 2/12/2016 dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di <a class="external" href=" http://www.abc.net.au/news/2016-12-02/jakarta-protests-against-governor-underway-eight-arrested/8087450" target="_blank" title="">sini</a></em></p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once