Jumat, 22 Juni 2018 | 10:09 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

WTO Gagal Sepakati Daftar Produk Ramah Lingkungan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Komisaris perdagangan Eropa, Cecilia Malmstrom (foto: dok).
(Courtesy: VOA Indonesia) Komisaris perdagangan Eropa, Cecilia Malmstrom (foto: dok).
<p>Pertemuan selama dua hari di Organisasi Perdagangan Sedunia (WTO) mencakup upaya untuk menyetujui pengurangan cukai atas 200 barang ramah lingkungan bernilai sekitar satu triliun dolar per tahun, bagian dari proses yang dikatakan komisaris perdagangan Eropa, Cecilia Malmstrom penting “untuk menunjukkan bahwa perdagangan dan lingkungan bisa sejalan”.</p> <p>Ia dan beberapa pejabat lain mengatakan presentasi China mengenai daftar barang-barang yang terlambat diajukan untuk dimasukkan dalam daftar menjadi penghambat perundingan selama akhir pekan itu.</p> <p>Perundingan itu hanya merupakan satu langkah dari proses yang lebih luas mengenai Perjanjian Barang-Barang Ramah Lingkungan yang sudah menghadapi ketidakpastian berkaitan dengan sikap pemerintahan presiden terpilih Donald Trump.</p> <p>Pada detik-detik terakhir China mengajukan daftar yang belum dipelajari dengan seksama, kata Menteri Ekonomi Turki, Nihat Zeybekci kepada Associated Press hari Minggu (4/12).</p> <p>“Banyak negara merasa keberatan mengenai daftar itu.” ujarnya.</p> <p>Zeybekci juga menyebut keprihatinan lain mengenai produk kayu berkesinambungan antara Kanada dan Selandia Baru di satu pihak dan Jepang dan Taiwan di pihak lain.</p> <p>Amerika dan Uni Eropa, yang memimpin perundingan itu, dalam pernyataan bersama mengatakan para utusan akan kembali ke negara masing-masing untuk mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya, tanpa memberi batas waktu.</p> <p>“Kami sudah berusaha dengan keras,” kata Malmstrom dan menambahkan bahwa para peserta meninggalkan perundingan “dengan tekad kuat untuk mencapai kesepakatan ini. Ini penting untuk lingkungan, untuk iklim, untuk kewajiban moral kita untuk menunjukkan bahwa perdagangan bisa menerapkan perjanjian Paris dan Maroko untuk membantu melawan pemanasan global.</p> <p>Seorang perunding senior mengatakan upaya China pada detik-detik terakhir yang mempengaruhi barang-barang prioritas bagi banyak negara lain itu dilakukan meskipun China sedang berusaha menempatkan diri sebagai pemimpin dalam isu-isu lingkungan.</p> <p>Pejabat itu, yang tidak mau disebut namanya karena mengungkapkan rincian isi perundingan itu mengatakan daftar baru China itu - yang sangat mengutamakan prioritasnya sendiri - disampaikan pukul 11 pagi hari Minggu ketika negara-negara lainnya sudah menyetujui poin-poin lainnya.</p> <p>“Semua delegasi sudah menyampaikan daftar yang mereka tidak terima, dimasukkan atau tidak sehingga mustahil membahasnya dalam beberapa jam,” kata Malmstrom merujuk pada proposal China. <em>[my/ds]</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 22 Juni 2018 - 09:42 WIB

`Sniper` amankan sidang vonis Aman Abdurrahman 

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:30 WIB

Koper calon haji akan diberi tanda warna berbeda

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:19 WIB

Arus balik diprediksi kembali meningkat akhir pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:07 WIB

Heboh rupiah berstempel, ini yang akan dilakukan BI

Megapolitan | 22 Juni 2018 - 08:25 WIB

Waspada hujan lebat guyur Jakarta

Event | 22 Juni 2018 - 08:10 WIB

Empat tim sudah lolos ke 16 besar Piala Dunia 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com