Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Diplomat AS Hadapi Tugas Menantang Pasca Terpilihnya Trump

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Presiden terpilih AS Donald Trump
(Courtesy: VOA Indonesia) Presiden terpilih AS Donald Trump
<p>Sementara kekerasan dan krisis kemanusiaan di Timur Tengah semakin memburuk, serta sikap agresif Rusia dan China masih terus mengancam kepentingan Amerika, menteri luar negeri berikutnya akan menghadapi banyak tantangan global.</p> <p>Senator Ben Cardin, Demokrat dari Maryland mengatakan, &quot;Saya rasa menteri luar negeri harus menguasai situasi global, harus prihatin dengan semua bagian dunia, tantangan masing-masing, komitmen pada nilai-nilai Amerika, dan bagi saya ini adalah nilai-nilai universal dari pemerintahan yang baik, sikap anti korupsi, dukungan untuk HAM, serta menyadari peran Amerika sebagai pemimpin dunia, dan bahwa keterlibatan kita sangat penting.&quot;</p> <p>Tetapi diplomat top Amerika juga harus memperhatikan tuntutan-tuntutan dalam negeri.</p> <p>Charles Stevenson, analis dari Johns Hopkins University mengatakan, &quot;Menlu selalu bekerja berdasarkan arahan dari presiden. Jadi dari segi hukum dan tradisi, menlu adalah agen dari presiden, dan bukan tokoh yang independen.&quot;</p> <p>Sebuah tinjauan kebijakan luar negeri menyeluruh diantisipasi akan dilakukan. Beberapa pakar kawasan merekomendasikan sebuah pendekatan berbeda guna menanggapi ancaman provokasi Korea Utara. Salah satunya adalah Harry Kazianis dari LSM the National Interest.</p> <p>&quot;Ada manfaatnya kalau kita cermati komunkasi informal dengan Korea Utara, dan menilai dimana mereka berada, bagaimana suhunya, dan paling tidak mulai berbicara. Karena sangat sulit menyelesaikan masalah hubungan internasional dengan negara-negara yang tidak bersahabat dan kita tidak punya hubungan dengan mereka,&quot; jelasnya.</p> <p>Sementara presiden terpilih Trump berjanji akan mengutamakan Amerika, analis mengatakan, menlu berikutnya harus memberi jaminan kepada sekutu-sekutu Amerika bahwa Washington tetap berkomitmen pada isu-isu utama. <em>[jm]</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Sementara kekerasan dan krisis kemanusiaan di Timur Tengah semakin memburuk, serta sikap agresif Rusia dan China masih terus mengancam kepentingan Amerika, menteri luar negeri berikutnya akan menghadapi banyak tantangan global.</p> <p>Senator Ben Cardin, Demokrat dari Maryland mengatakan, &quot;Saya rasa menteri luar negeri harus menguasai situasi global, harus prihatin dengan semua bagian dunia, tantangan masing-masing, komitmen pada nilai-nilai Amerika, dan bagi saya ini adalah nilai-nilai universal dari pemerintahan yang baik, sikap anti korupsi, dukungan untuk HAM, serta menyadari peran Amerika sebagai pemimpin dunia, dan bahwa keterlibatan kita sangat penting.&quot;</p> <p>Tetapi diplomat top Amerika juga harus memperhatikan tuntutan-tuntutan dalam negeri.</p> <p>Charles Stevenson, analis dari Johns Hopkins University mengatakan, &quot;Menlu selalu bekerja berdasarkan arahan dari presiden. Jadi dari segi hukum dan tradisi, menlu adalah agen dari presiden, dan bukan tokoh yang independen.&quot;</p> <p>Sebuah tinjauan kebijakan luar negeri menyeluruh diantisipasi akan dilakukan. Beberapa pakar kawasan merekomendasikan sebuah pendekatan berbeda guna menanggapi ancaman provokasi Korea Utara. Salah satunya adalah Harry Kazianis dari LSM the National Interest.</p> <p>&quot;Ada manfaatnya kalau kita cermati komunkasi informal dengan Korea Utara, dan menilai dimana mereka berada, bagaimana suhunya, dan paling tidak mulai berbicara. Karena sangat sulit menyelesaikan masalah hubungan internasional dengan negara-negara yang tidak bersahabat dan kita tidak punya hubungan dengan mereka,&quot; jelasnya.</p> <p>Sementara presiden terpilih Trump berjanji akan mengutamakan Amerika, analis mengatakan, menlu berikutnya harus memberi jaminan kepada sekutu-sekutu Amerika bahwa Washington tetap berkomitmen pada isu-isu utama. <em>[jm]</em></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com