Kamis, 13 Desember 2018 | 14:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Tim Trump Kecilkan Pembicaraan Telepon dengan Presiden Taiwan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Wapres terpilih AS, Mike Pence (foto: dok).
(Courtesy: VOA Indonesia) Wapres terpilih AS, Mike Pence (foto: dok).
<p>“Ini (pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Taiwan) hanya courtesy call,” ujar wakil presiden terpilih Mike Pence dalam program televisi ABC 'This Week' hari Minggu (4/12).</p> <p>“Sedikit menakjubkan bagi saya ketika pembicaraan telepon Presiden Obama dan tokoh diktator pembunuh di Kuba tahun lalu dipuji dan membuatnya sebagai pahlawan karena melakukan hal itu, sementara presiden terpilih Donald Trump menjawab courtesy call dari pemimpin yang terpilih secara demokratis di Taiwan menjadi suatu kontroversi”. Pesan yang dipasang Trump di akun Twitter-nya hari Jum'at (1/12), yang mengumumkan pembicaraan telepon yang dilakukannya dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, menuai pertanyaan soal apakah ia berniat mengubah kebijakan lama Amerika atas China – yang dikenal sebagai kebijakan “Satu China” - yang tidak mencakup pengakuan resmi apapun terhadap Taiwan. Tetapi – meskipun mengatakan bahwa kontroversi itu terlalu dibesar-besarkan – Pence tidak menyangkal niat Trump untuk bersikap lebih tegas terhadap China dalam bidang perdagangan dan isu-isu lain. “Trump akan memperjuangkan lapangan kerja bagi warga Amerika, dan kita tidak akan membiarkan lapangan kerja itu lari ke China atau negara-negara lain”, ujar wakil presiden terpilih itu. Trump bersikap terang-terangan tentang China selama kampanye pemilu lalu. “Kita memiliki defisit perdagangan dengan China hingga 500 miliar dolar”, ujar Trump bulan Mei lalu ketika berupaya memenangkan nominasi calon presiden Partai Republik. “Kita tidak bisa membiarkan China merampok negara kita, dan itu yang selama ini mereka lakukan. Ini merupakan pencurian terbesar dalam sejarah dunia”. Sejauh ini China menahan diri untuk tidak menanggapi pembicaraan telepon antara Trump dan Tsai. “Itu hanya permainan Taiwan”, ujar Menteri Urusan Luar Negeri China Wang Yi. Ditambahkannya, “hal ini tidak akan mengubah landasan kebijakan internasional Satu China. Hal ini tidak akan mengubah kebijakan Satu China yang telah diterapkan Amerika selama bertahun-tahun”. Meskipun tidak memiliki hubungan resmi, Amerika dan Taiwan telah bekerjasama dalam bidang militer selama puluhan tahun. Apakah Trump berniat memperluas batas-batas hubungan itu sebagai bagian dari janjinya untuk bersikap lebih tegas terhadap China, tampaknya masih merupakan misteri hingga ia memangku jabatan secara resmi Januari mendatang. <em>[em/ds]</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Liga lainnya | 13 Desember 2018 - 14:24 WIB

Pawai kemenangan Persija juara Liga 1 hari Sabtu

Pemilihan Presiden 2019 | 13 Desember 2018 - 14:07 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:57 WIB

Anies peroleh Moeslim Choice Government Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:42 WIB

11 persen warga Aceh belum punya KTP elektronik

<p>“Ini (pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Taiwan) hanya courtesy call,” ujar wakil presiden terpilih Mike Pence dalam program televisi ABC 'This Week' hari Minggu (4/12).</p> <p>“Sedikit menakjubkan bagi saya ketika pembicaraan telepon Presiden Obama dan tokoh diktator pembunuh di Kuba tahun lalu dipuji dan membuatnya sebagai pahlawan karena melakukan hal itu, sementara presiden terpilih Donald Trump menjawab courtesy call dari pemimpin yang terpilih secara demokratis di Taiwan menjadi suatu kontroversi”. Pesan yang dipasang Trump di akun Twitter-nya hari Jum'at (1/12), yang mengumumkan pembicaraan telepon yang dilakukannya dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, menuai pertanyaan soal apakah ia berniat mengubah kebijakan lama Amerika atas China – yang dikenal sebagai kebijakan “Satu China” - yang tidak mencakup pengakuan resmi apapun terhadap Taiwan. Tetapi – meskipun mengatakan bahwa kontroversi itu terlalu dibesar-besarkan – Pence tidak menyangkal niat Trump untuk bersikap lebih tegas terhadap China dalam bidang perdagangan dan isu-isu lain. “Trump akan memperjuangkan lapangan kerja bagi warga Amerika, dan kita tidak akan membiarkan lapangan kerja itu lari ke China atau negara-negara lain”, ujar wakil presiden terpilih itu. Trump bersikap terang-terangan tentang China selama kampanye pemilu lalu. “Kita memiliki defisit perdagangan dengan China hingga 500 miliar dolar”, ujar Trump bulan Mei lalu ketika berupaya memenangkan nominasi calon presiden Partai Republik. “Kita tidak bisa membiarkan China merampok negara kita, dan itu yang selama ini mereka lakukan. Ini merupakan pencurian terbesar dalam sejarah dunia”. Sejauh ini China menahan diri untuk tidak menanggapi pembicaraan telepon antara Trump dan Tsai. “Itu hanya permainan Taiwan”, ujar Menteri Urusan Luar Negeri China Wang Yi. Ditambahkannya, “hal ini tidak akan mengubah landasan kebijakan internasional Satu China. Hal ini tidak akan mengubah kebijakan Satu China yang telah diterapkan Amerika selama bertahun-tahun”. Meskipun tidak memiliki hubungan resmi, Amerika dan Taiwan telah bekerjasama dalam bidang militer selama puluhan tahun. Apakah Trump berniat memperluas batas-batas hubungan itu sebagai bagian dari janjinya untuk bersikap lebih tegas terhadap China, tampaknya masih merupakan misteri hingga ia memangku jabatan secara resmi Januari mendatang. <em>[em/ds]</em></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com