Minggu, 23 September 2018 | 22:10 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Tim Trump Kecilkan Pembicaraan Telepon dengan Presiden Taiwan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: VOA Indonesia) Wapres terpilih AS, Mike Pence (foto: dok).
(Courtesy: VOA Indonesia) Wapres terpilih AS, Mike Pence (foto: dok).
<p>“Ini (pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Taiwan) hanya courtesy call,” ujar wakil presiden terpilih Mike Pence dalam program televisi ABC 'This Week' hari Minggu (4/12).</p> <p>“Sedikit menakjubkan bagi saya ketika pembicaraan telepon Presiden Obama dan tokoh diktator pembunuh di Kuba tahun lalu dipuji dan membuatnya sebagai pahlawan karena melakukan hal itu, sementara presiden terpilih Donald Trump menjawab courtesy call dari pemimpin yang terpilih secara demokratis di Taiwan menjadi suatu kontroversi”. Pesan yang dipasang Trump di akun Twitter-nya hari Jum'at (1/12), yang mengumumkan pembicaraan telepon yang dilakukannya dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, menuai pertanyaan soal apakah ia berniat mengubah kebijakan lama Amerika atas China – yang dikenal sebagai kebijakan “Satu China” - yang tidak mencakup pengakuan resmi apapun terhadap Taiwan. Tetapi – meskipun mengatakan bahwa kontroversi itu terlalu dibesar-besarkan – Pence tidak menyangkal niat Trump untuk bersikap lebih tegas terhadap China dalam bidang perdagangan dan isu-isu lain. “Trump akan memperjuangkan lapangan kerja bagi warga Amerika, dan kita tidak akan membiarkan lapangan kerja itu lari ke China atau negara-negara lain”, ujar wakil presiden terpilih itu. Trump bersikap terang-terangan tentang China selama kampanye pemilu lalu. “Kita memiliki defisit perdagangan dengan China hingga 500 miliar dolar”, ujar Trump bulan Mei lalu ketika berupaya memenangkan nominasi calon presiden Partai Republik. “Kita tidak bisa membiarkan China merampok negara kita, dan itu yang selama ini mereka lakukan. Ini merupakan pencurian terbesar dalam sejarah dunia”. Sejauh ini China menahan diri untuk tidak menanggapi pembicaraan telepon antara Trump dan Tsai. “Itu hanya permainan Taiwan”, ujar Menteri Urusan Luar Negeri China Wang Yi. Ditambahkannya, “hal ini tidak akan mengubah landasan kebijakan internasional Satu China. Hal ini tidak akan mengubah kebijakan Satu China yang telah diterapkan Amerika selama bertahun-tahun”. Meskipun tidak memiliki hubungan resmi, Amerika dan Taiwan telah bekerjasama dalam bidang militer selama puluhan tahun. Apakah Trump berniat memperluas batas-batas hubungan itu sebagai bagian dari janjinya untuk bersikap lebih tegas terhadap China, tampaknya masih merupakan misteri hingga ia memangku jabatan secara resmi Januari mendatang. <em>[em/ds]</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com