Minggu, 21 Januari 2018

60 Tahun KAA

Mengenal tokoh-tokoh pemrakarsa KAA 1955

Jumat, 24 April 2015 10:31

Konferensi Asia Afrika. (Arsip Nasional) Konferensi Asia Afrika. (Arsip Nasional)
Ayo berbagi!

Gelaran Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) pada 19-24 April 2015 adalah untuk yang ketiga kalinya dilaksanakan di Indonesia, dalam peringatan 60 Tahun KAA. Sebelumnya, yang kedua merupakan peringatan 50 tahun juga digelar di Indonesia pada tahun 2005.

Sementara pada KAA yang berlangsung 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, KTT ini diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Sunario.

Ada lima tokoh pelopor KAA yang mewakili Indonesia, Pakistan, Indina, dan Srilangka. Berikut profile singkatnya.

1. Ali Sastroamidjojo, SH (Indonesia).

Sastroatmodjojo lahir di Grabag, Magelang, 21 Mei 1903, adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia, yang mendapatkan gelar Meester in de Rechten (sarjana hukum) dari Universitas Leiden, Belanda tahun 1927. Ia juga adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 dan sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 dan 1956-1957

Selain itu, Ali juga sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Amir Sjarifuddin II, serta Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II.

Pada 1948, Sastroatmodjojo menjadi wakil ketua delegasi RI dalam perundingan dengan Belanda dan menjadi anggota delegasi dalam perundingan Konferensi Meja Bundar. Selain itu, ia juga diangkat menjadi ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955, wakil tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (1957-1960), dan menjadi ketua umum PNI (1960-1966).

Setelah malang-melintang di dunia politik baik dalam dan luar negeri, Sastroatmodjojo wafat di Jakarta, 13 Maret 1976 pada usia 72 tahun.

2. Muhammad Ali Bogra (Pakistan)

Bogra lahir 19 Oktober 1909. Ia yang merupakan lulusan universitas Culcutta India ini menjadi salah satu pelopor KAA dan Perdana Menteri Pakistan pada 1953-1955 dari partai Liga Muslim.

Pada KAA 1955, Bogra berpidato di hadapan para delegasi negara-negara yang hadir, menyerukan tentang pentingnya perdamaian antara negara dan penghapusan terhadap adanya kolonialisme di dunia ini.

Pada 29 Januari 1962, ia menghembuskan nafas terakhir di Dacca, Pakistan dalam usia 53 tahun.

3. Jawaharlal Nehru (India)

Nama Nehru tak asing lagi di dunia politik Asia. Nehru termasuk kawan baik Sutan Syahrir saat keduanya menjabat sebagai perdana menteri. Nehru terpilih dari Partai Kongres untuk memangku jabatan Perdana Menteri independen India yang pertama, dan terpilih kembali saat Partai Kongres memenangkan pemilihan umum pertama India tahun 1952.

Selain adalah salah satu pendiri Gerakan Nonblok, Nehru juga merupakan tokoh penting dalam politik internasional di era pasca-perang dunia ke II. Dalam KAA, namanya tercatat sebagai salah satu pelopor.

4. John Kotelawala (Srilangka)

Mantan jenderal yang pernah mengenyam penddikan teknik sipil di salah satu universitas di Srilangka ini merupakan Perdana menteri ke III Srilangka. Ia lahir pada 4 April 1897 dan tumbuh menjadi tokoh yang berpengaruh di bidang militer dan politik.

Kotelawala meninggal dunia pada 2 Oktober 1980 pada usia 83 tahun.

Kotelawala ikut memprakrasai Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. Ia berpidato mengkritik kepemilikan senjata nuklir oleh barat dan mengajak peserta KAA untuk ikut dalam menjaga perdamaian dunia.

5. U Nu (Myanmar)

U Nu lahir pada 25 Mei 1907 dan merupakan Perdana Menteri pertama Myanmar. Ia meninggal pada 14 Februari 1995 pada usia 87 tahun.

Ia merupakan salah satu pelopor KAA tahun 1955 di Bandung. Bersama para tokoh lainnya, U Nu ikut berperan dalam KAA di Bandung.

Selain sebagai tokoh politik, U Nu adalah seorang novelis yang karyanya cukup banyak. Ia juga dikenal bersahabat karib dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) U Thant. Mareka berteman sejak masih di universitas Rangon. (HEH) 

Masih ada lagi informasi menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar