Selasa, 17 Oktober 2017

Mengenal E-Tilang, Layanan Tilang Berbasis Online dari Kepolisan

Jumat, 06 Januari 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/mengenal-e-tilang-layanan-tilang-berbasis-online-dari-kepolisan courtesy https://www.cermati.com/artikel/mengenal-e-tilang-layanan-tilang-berbasis-online-dari-kepolisan
Ayo berbagi!

Apa Anda pernah merasakan kena tilang? Selain menyebalkan karena harus berurusan dengan polisi, proses persidangan yang menyita waktu juga menjadi masalah tersendiri. Karena jadwal sidang yang berada di hari Jumat terkadang membuat kita harus mengganggu waktu kerja demi aktivitas yang satu ini. Tapi, ribetnya proses tilang tadi tampaknya sudah berakhir karena sekarang sudah ada sistem tilang baru yang lebih mudah.

Di mana mulai tanggal 16 Desember 2016 lalu, polisi telah menerapkan sistem e-tilang atau tilang online. Dengan adanya aturan baru ini, diharapkan proses penilangan yang dulu dianggap rumit, berbelit-belit, dan menyita banyak waktu lewat persidangan, sudah tidak akan ada lagi.

Apa Itu E-Tilang?

Tilang

Pengendara Terkena Tilang via polri.go.id

 

Dengan adanya e-tilang, proses penilangan yang dulunya harus dicatat secara manual di atas secarik kertas blanko atau surat tilang menjadi tidak berlaku lagi. Sebab pengendara yang melanggar akan dicatat langsung melalui aplikasi yang sudah dipunyai oleh kepolisian.

Menurut Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, “Pengendara dalam waktu singkat akan mendapat notifikasi berupa kode yang isinya persis seperti surat tilang, disertai kode untuk melakukan pembayaran denda. E-tilang memberikan suatu kesempatan kepada pelanggar untuk menitipkan denda langsung ke bank dengan fasilitas yang dia miliki, mungkin dengan e-banking, ATM, atau datang sendiri ke teller”.

Lalu pengendara yang terkena tilang diwajibkan untuk membayar denda maksimal sesuai pasal yang dilanggar olehnya. Jika dendanya sudah lunas, polisi yang menilang akan menerima notifikasi juga di ponselnya. Kemudian, pelanggar bisa menebus surat yang disitanya langsung dengan cukup menyerahkan tanda bukti bayar, maupun mengambilnya di tempat yang disebut dalam notifikasi.

Aplikasi e-tilang ini terintegrasi dengan pengadilan dan kejaksaan. Hakim akan memberi putusan, dan jaksa akan mengeksekusi putusan itu, biasanya dalam waktu seminggu hingga dua minggu.

Baca Juga: Bukti Potong PPh 21 dan Ketentuan yang Berlaku

Cara Bayar E-Tilang

Dalam pemberlakuan sistem tilang elektronik atau e-tilang, Korlantas Polri meminta seluruh masyarakat untuk terlebih dahulu mengunduh aplikasi e-tilang di ponsel berbasis sistem operasi Android. Setelah aplikasi didownload dan berhasil diinstal, nantinya petugas yang melakukan penilangan akan memberikan nomer ID tilang kepada pengendara yang terkena tilang. Bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel berbasis android, dapat juga membayar melalui secara manual.

"Setelah download dan mengakui melanggar karena ada pasalnya, maka cukup diketik nomor tilangnya saja dan muncul dendanya," ungkap Kakorlantas Polri, Irjen Agung Budi. Untuk pembayaran dendanya, pihak kepolisian telah menunjuk salah satu bank BUMN, yaitu BRI.

"Bagi masyarakat yang sudah menggunakan m-banking bisa langsung membayarnya, atau melalui ATM dan ke bank langsung juga bisa," ujar SVP Bank BRI Irene Retnaningsih. Adapun bagi masyarakat yang sudah mengunakan aplikasi E Tilang bisa langsung masukan ID tilang kemudian memilih menu bank untuk dijadikan fasilitas pembayaran tilang.

Baca Juga: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), Apa Itu?

Manfaat E-Tilang

Tilang

Pengendara Terkena Tilang via proud2ride.files.wordpress.com

 

E-tilang tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tapi juga kepada pihak kepolisian. "Hampir di semua negara maju sudah menerapkan sistem tilang elektronik dan tidak harus sidang pengadilan. Apalagi di negara lain tilang kan denda administrasi, bukan pidana sementara di Indonesia berupa denda pidana," kata Indrajit. Ia menambahkan tilang elektronik tidak akan bersifat sementara. Melainkan, terus berkembang dengan dukungan dari seluruh pihak agar terbiasa dan beralih dari sistem yang ada sebelumnya.

Di samping itu, akan ada sisi positif lain dari e-tilang. Misalnya, untuk mengurangi tindak korupsi yang biasa dilakukan oleh aparat penegak hukum yang tidak bertanggung jawab kepada pelanggar. "Sistemnya sekarang sudah mudah, tinggal bayar sekarang. Tujuan yang pertama mengurangi transaksi keuangan dengan petugas yang melanggar atau mengurangi KKN," ujarnya.

E-tilang ini memiliki manfaat utama yaitu untuk memudahkan masyarakat. Karena masyarakat sudah tidak perlu lagi mengikuti sidang pengadilan yang sangat menyita waktu. Sistem realtime yang ada pada e-tilang ini memungkinkan pihak kepolisian mengecek data pembayaran secara langsung. Ke depan, sistem ini juga akan dibuat terpadu dengan server SIM dan STNK. Sehingga jika ada pelanggar yang belum menyelesaikan kewajibannya, mereka tidak bisa memperpanjang surat menyurat kendaraan tersebut.

Dengan adanya e-tilang, diharapkan bisa memudahkan pelanggar lalu lintas dalam membayar denda. Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Wakakorlantas) Polri, Brigadir Jenderal Indrajit mengatakan, selain memudahkan pembayaran, nantinya tilang tidak akan masuk ke dalam denda pidana, melainkan berubah menjadi denda administrasi.

Kekurangan dari E-Tilang

Sayangnya, untuk saat ini, e-tilang masih memiliki keterbatasan. Sebab layanan baru ini hanya bisa melayani slip tilang biru. Untuk informasi, tilang biru selama ini bisa dilakukan dengan menitipkan uang tunai ke petugas. Namun, untuk memimalisir terjadinya pungutan liar, diberlakukanlah sistem e-tilang ini. Karena dengan sistem ini, tak ada lagi transaksi tunai antara pelanggar dengan petugas.

“Dengan berjalannya waktu, tilang merah dipastikan dapat dilayani dengan aplikasi ini sehingga tidak akan ada lagi sidang tilang. Fasilitas pembayaran melalui bank lainnya juga rencananya akan ditambah untuk memudahkan pembayaran,” kata Budiyanto.

Baca Juga: Tarif dan Perhitungan PPh Pasal 22 yang Pengusaha Wajib Tahu

Jangan Melanggar Peraturan Lalu Lintas

Walaupun sekarang aturan baru tilang sudah semakin mudah, tapi itu bukan berarti Anda bisa terkena tilang dengan mudah. Karena walaupun pengurusannya semakin mudah, tapi denda yang diberikan akan sangat menyulitkan keuangan. Karena itu, patuhlah dalam berlalu lintas, karena kepatuhan Anda dalam berkendara akan selalu berbanding lurus dengan tingkat keselamatan dalam berkendara.

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar