Rabu, 20 Juni 2018 | 05:18 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Norwegia jadi negara pertama yang mematikan jaringan radio FM di dunia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sejumlah radio digital dipajang di toko (sumber: The Guardian)
Sejumlah radio digital dipajang di toko (sumber: The Guardian)
<p>Pada pekan depan, Norwegia akan menjadi negara pertama di dunia yang mematikan jaringan radio frequency modulation (FM), dalam sebuah tindakan yang berisiko dan tidak populer untuk melompat ke era teknologi digital. Langkah ini akan dicermati oleh sejumlah negara lain di dunia guna memastikan keputusan untuk ikut serta. </p><p>Sejumlah kritik, seperti dilaporkan oleh <i>The Guardian</i> mengatakan bahwa tindakan tersebut tergesa-gesa dan banyak orang dapat kehilangan pemberitahuan darurat yang hingga kini biasanya disiarkan menggunakan jaringan radio FM. Yang khususnya mengkhawatirkan adalah sekitar dua juta kendaraan yang belum beralih ke perangkat DAB (digital audio broadcasting receivers).&nbsp;</p><p>Diketahui 66 persen warga Norwegia keberatan akan tindakan ini, hanya 17 persen mendukung dan sisanya tidak memutuskan, menurut sebuah survei yang dimuat oleh harian setempat <i>Dagbladet </i>bulan lalu.&nbsp;</p><p>Akan tetapi badan legislatif Norwegia telah memberikan lampu hijau bagi peralihan ini dengan argumentasi bahwa jaringan digital dapat mengangkut lebih banyak saluran.&nbsp;</p><p>Rencananya sejumlah negara seperti Swiss, Denmark dan Inggris juga berencana untuk melakukan langkah yang sama dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang. Sebuah peralihan mulus ke DAB di Norwegia akan menjadi tolak ukur pelaksanaan rencana ini.&nbsp;</p><p>Secara bertahap, jaringan FM akan dimatikan di seantero negeri dimulai dari kota Bodo pada tanggal 11 Januari; sehingga pada akhir tahun semua siaran FM di Norwegia akan terhenti.&nbsp;</p><p>"Kami adalah negara pertama yang mematikan jaringan FM, tetapi beberapa negara lain segera menyusul," kata Ole Joergen Torvmark, Kepala <i>Radio Digital Norway</i> yang dibentuk oleh siaran radio nasional NRK dan P4 untuk membantu proses transisi.&nbsp;</p><p>Kendaraan roda empat menjadi tantangan terbesar dalam proses ini, karena sebuah adaptor digital yang bagus seharga 1500 krone (sekitar 2.3 juta rupiah), menurut pengakuan Torvmark.&nbsp;</p><p>Sementara seorang anggota legistlatif dari Partai Progresif, Ib Thomsen mengakui bahwa negaranya belum siap untuk transisi.&nbsp;</p><p>"Ada 2 juta mobil di Norwegia yang belum memiliki perangkat DAB, dan jutaan radio di rumah-rumah akan berhenti berfungsi ketika jaringan FM dimatikan. Jadi ada risiko keamanan di sini," katanya.&nbsp;</p><p>Untuk biaya yang sama, radio digital memungkinkan hingga delapan kali lebih banyak stasiun radio ketimbang FM dengan kualitas suara yang lebih bagus dan minim gangguan audio. Sistem saat ini di mana jaringan FM dan digital bersampingan dikatakan merupakan pemborosan investasi.&nbsp;</p><p>Inggris akan meninjau ulang kebutuhan untuk beralih ketika pendengar digital mencapai 50 persen dari konsumen; dan hal itu diperkirakan akan tercapai di penghujung 2017.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:39 WIB

YouTube Music dan YouTube premium telah resmi dirilis

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 20:28 WIB

Jokowi berikan jaket olahraga ke pengunjung KRB

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:48 WIB

Sistem buka-tutup diberlakukan di Jalur Nagreg

Arestasi | 19 Juni 2018 - 19:37 WIB

Polres Sukabumi tangkap tiga pelaku pembunuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com