Jumat, 26 Mei 2017

Polres Fakfak tangkap anggota KPK gadungan

Selasa, 10 Januari 2017 15:57

Foto sumber mediapapua.com. Foto sumber mediapapua.com.
Ayo berbagi!

Kepolisian Resort Fakfak, Papua Barat, menangkap seorang pria yang mengaku sebagai anggota KPK dan melakukan pemerasan sejumlah kepala kampung di daerah tersebut.

Penangkapan dilakukan di rumah Kepala Kampung Kapartutin Kabupaten Fakfak, saat pria tersebut hendak melakukan aksinya. 

Kabid Humas Polda Papua Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Supriono, membenarkan, pelaku sudah ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Fakfak yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Fakfak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indro Rizkiadi, SKI. Penangkapan dilakukan pada Senin (9/1) pukul 13. 15 WIT, seperti dilansir dari mediapapua.com.

Dikatakan Kabid Humas,  pria yang mengaku sebagai anggota KPK ini setelah dicek identitas aslinya bernama Jhon Lobat (34 tahun), agama Kristen-Protestan dan beralamat di Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat Provinsi Papua Barat. Sementara identitas pada ID Card KPK miliknya menggunakan nama Cristian F.De Rooy. 

kronologis penangkapan, lajutnya, Senin 9 Januari 2017, sekitar jam 11.00 WIT, tim Reskrim Polres Fakfak bersama Dan Sub DenPom Fakfak, Lettu CPM Ari Siam Yotefa, melakukan pengecekan di Hotel Grand Papua, terkait informasi yang menyebut seseorang yang mengaku dari KPK dan meminta sejumlah uang kepada aparat Kampung yang disangkakan adanya penyelewengan dana. 

Saat sampai di Hotel Grand Papua, orang tersebut  tidak ditemukan. Kemudian tim melakukan pencarian di Hotel Orchad dan ditemukan barang-barang dari orang yang dicari. Pukul 13.15 WIT, tim menerima laporan dari informan, bahwa pria yang mengaku dari KPK tersebut sedang berada di rumah kepala Kampung Kapartutin. 

“Saat menerima informasi tersebut, tim langsung menuju ke rumah kepala Kampung Kapartutin dan selanjutnya berhasil mengamankan pelaku dan dibawa menuju ruang Reskrim polres Fakfak untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang di amankan dari tangan pelaku diantaranya 1 buah Tas ransel berisi pakaian,1 buah Tas gendong, 1 buah Dompet berwarna cokelat, dokumen berupa1 buah KTP atas nama pelaku, 2 buah Hand phone samsung J7 dan Oppo F One serta uang tunai Rp1,6 Juta dalam kantong celana.

Kemudian Rp5 Juta dalam tas gendong, 1 lembar uang ringgit Malaysia bernilai 20 ringgit, 1 buah buku tabungan BRI, 1 buah ATM BRI, 1 buah ID card anggota KPK dan 1 lembar tiket pesawat  tujuan Ambon, tanggal 11 Januari 2017. “Sampai saat ini, tim dari satuan Reskrim Polres Fakfak, masih melakukan pemeriksaan terhadap oknum KPK gadungan tersebut,” tukasnya. 

Semenetara itu, juru bicara KPK RI, Febridiansyah, ketika dikonfirmasi via pesan singkatnya, mengatakan, ID card yang digunakan pelaku, bukan ID card KPK, dia mengimbau agar para pejabat di daerah maupun pihak terkait untuk berhati-hati dengan pihak yang mengaku KPK. 

“ID card yang bersangkutan jelas bukan ID card KPK. Kami menghimbau agar para pejabat atau pihak-pihak terkait di Daerah hati-hati dengan pihak yang mengaku KPK. Jika terdapat permintaan uang atau fasilitas, kami pastikan itu bukan pegawai KPK. Silahkan berkoordinasi dengan penegak hukum setempat,” tegasnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar