Senin, 18 Juni 2018 | 20:21 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Angela Merkel berjanji pulangkan pencari suaka yang gagal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Kanselir Jerman, Angela Merkel, berjanji akan memulangkan pencari suaka yang gagal setelah serangan truk Anis Amri atas sebuah pasar Natal di Berlin menewaskan 12 orang.</p><p>Dia menyerukan sebuah 'upaya nasional' untuk menjamin setiap orang yang berhak mendapat perlindungan akan berintegrasi di Jerman namun pencari suaka yang gagal harus ke luar. </p><p>Jerman menolak permohonan suaka Amri pada Juni 2016 namun gagal mendeportasinya karena Tunsia menolak untuk menerimanya kembali. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38417409">Siapa Anis Amri 'pelaku' serangan Berlin yang tewas ditembak di Italia?</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/38476414">Merkel: Teror kelompok Islamis merupakan 'tantangan terbesar' Jerman</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38400332">Serangan truk Berlin: buronan tersangka pernah rencanakan perampokan untuk beli senjata</a></li> </ul><p>Para menteri kini sedang menyiapkan peraturan yang lebih tegas untuk kasus-kasus seperti itu di masa depan. </p><p>Pria berusia 24 tahun tersebut menabrakkan truk ke sebuah pasar Natal di Berlin pada 19 Desember lalu, menyebabkan jatuhnya 12 korban jiwa. Empat hari setelah serangan di Berlin, dia tewas ditembak polisi di Milan, Italia.</p><p>____________________________________________________________________</p><h3>Kasus Anis Amri </h3><p>Setelah permohonan suakanya ditolak, dia tidak ditahan karena tidak memiliki dokumen Tunisia. </p><p>Walau dilihat memiliki risiko keamanan di negara bagian North Rhine-Westphalia karena merencanakan tindakan kekerasan serius, dia pindah ke Berlin dan tidak ditahan karena kurang bukti-bukti. </p><p>Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas, berpendapat para tersangka seperti itu mestinya menggunakan keping elektronik untuk pengawasan.</p><p>Keping elektronik di pergelangan kaki seharusnya bukan hal tabu,&quot; tuturnya dan mengakui cara itu bukan jalan keluar yang utuh namun bisa membantu pengawasan ats tersangka.</p><p>Bagaimanapun pemerintah Jerman menghadapi kesulitan memulangkan pendatang ke Tunisia, Aljazair, dan Maroko. Alasannya adalah kondisi di negara itu yang dianggap bisa membahayakan kehidupan pencari suaka yang gagal</p><p>Partai Hijau sejauh ini menentang lagkah untuk menyatakan ketiga negara sebagai 'negara aman' untuk bisa memulangkan pencari suaka yang gagal.</p><p>_____________________________________________________________________</p><p>Kanselir Merkel mengatakan serangan di Berlin memperlihatkan bahwa pemerintah harus bertindak cepat, benar, dan tidak tidak hanya terhenti pada pengumumn tapi juga menunjukkan posisinya.</p><p>&quot;Mereka yang tidak memiliki status residen harus dipulangkan ke kampung halamannya namun hal itu juga menuntut kita bahwa kita prihatin dengan masalah di negara-negara tertentu dan menemukan jalan ke luar untuk kepentingan bersama,&quot; jelas Merkel. </p><p>Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas, berpendapat pihak berwenang seharusnya memiliki hak untuk menahan seseorang selama 18 bulan jika dianggap merupakan ancaman atas keamanan dan mendapat perintah deportasi. </p><p>Laporan-laporan menyebutkan lebih dari 220 warga asing di Jerman mendapat status 'berpotensi sebagai ancaman'.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:11 WIB

Dua rumah rusak berat akibat longsor

Timnas Indonesia | 18 Juni 2018 - 19:53 WIB

Timnas U-23 akan hadapi Korsel di laga uji coba

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 19:48 WIB

Jalur alternatif Kamojang bisa menghindari kemacetan

Eropa | 18 Juni 2018 - 19:29 WIB

Islam berkembang di Rusia peluang kerja sama

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 19:15 WIB

Kementerian BUMN apresiasi AP layani lonjakan penumpang

Megapolitan | 18 Juni 2018 - 18:56 WIB

95 persen satwa TM Ragunan ramaikan Lebaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com