Kamis, 17 Agustus 2017

Beijing: Laut Tiongkok Selatan bukan sengketa Tiongkok dengan ASEAN

Rabu, 11 Januari 2017 07:27

Ilustrasi. Foto : Istimewa Ilustrasi. Foto : Istimewa
Ayo berbagi!

Tiongkok mengatakan, Selasa, sengketa Laut Tiongkok Selatan bukanlah dan tidak akan pernah merupakan persoalan antara Tiongkok dan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, saat jumpa pers.

Wakil Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo mengatakan Kamis pekan lalu bahwa putusan penengahan sengketa soal masalah Laut Tiongkok Selatan tidak akan menjadi agenda pembicaraan pertemuan puncak ASEAN tahun ini. 

Tiongkok menyambut baik pernyataan pemerintah Filipina tersebut, kata Lu.

Filipina tahun ini menjabat sebagai presiden bergilir ASEAN. 

Filipina pada 2013 mengajukan permintaan penengahan sengketa dengan Tiongkok ke Pengadilan Arbitrasi Permanen (PCA). 

PCA pada 12 Juli tahun lalu mengeluarkan putusan setebal 479 halaman menyangkut kasus Laut Tiongkok Selatan. Putusan itu memberikan dukungan kepada Filipina. 

Tiongkok menyatakan keputusan PCA "gugur dan batal". Tiongkok tetap menganggap pengadilan internasional itu tidak memiliki wewenang menyangkut kasus kedaulatan wilayah dan penetapan garis batas maritim di Laut Tiongkok Selatan. 

Lu mengatakan masalah Laut Tiongkok Selatan hanya terkait antara Tiongkok dan beberapa negara ASEAN, bukan Tiongkok dengan ASEAN. 

Tiongkok, kata Lu, bertekad untuk menyelesaikan sengketa Laut Tiongkok Selatan dengan negara-negara terkait secara langsung melalui perundingan. Tiongkok juga akan bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. 

Tahun ini merupakan peringatan ke-50 pembentukan ASEAN dan Tiongkok selalu menganggap ASEAN memiliki peranan penting dalam hubungan di kawasan. 

Tiongkok siap meningkatkan dialog dengan Filipina dan mendukung tugas negara itu sebagai ketua ASEAN, ujarnya. 

Tiongkok akan bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk memusatkan perhatian pada pembangunan dan kerja sama, menangani masalah-masalah sensitif serta mendorong terciptanya kemajuan baru pada hubungan Tiongkok-ASEAN serta kerja sama Asia Timur, ujar Lu. Demikian laporan Xinhua. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MuI

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar