Selasa, 19 Juni 2018 | 17:41 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Ahok bantah kampanye terselubung di Kepulauan Seribu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir dalam persidangan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1). Foto: Antara
Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir dalam persidangan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1). Foto: Antara
<p>Terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah keterangan saksi pelapor Irena Handano yang menyatakan dirinya melakukan kampanye terselubung saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu.&nbsp;</p><p>"Kata mana (dalam video) yang menunjukkan saya kampanye terselubung. Saya hanya mencoba mengedukasi warga tidak usah memilih saya kalau tidak sesuai dengan keinginan mereka pada Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (10/1).</p><p>Ahok pun mempertanyakan soal kesaksian Irena yang mengatakan bahwa warga yang datang saat pidato dirinya di Kepulauan Seribu adalah bawahannya.</p><p>"Di sana itu ada anggota DRPD DKI Jakarta, ada ulama, bawahan saya yang mana? Tidak ada itu," kata mantan Bupati Belitung Timur itu, usai sidang.</p><p>Sementara, Irena Handono sendiri menilai bahwa saat menyampaikan pidato itu Ahok menyinggung soal Pilkada.</p><p>"Memang dia (Ahok) menggunakan bahasa terbalik intinya jangan khawatir kalau tidak milih saya, jangan takut tidak masuk surga, jangan mau dibodohi pakai surat Al-Maidah ayat 51," kata Irena yang juga mantan biarawati itu.</p><p>Irena pun menyatakan pidato Ahok di Kepulauan Seribu adalah kebencian terhadap agama Islam.</p><p>"Dia melakukannya berkali-kali, menistakan Al-Quran dengan Surat Al-Maidah di berbagai tempat," tuturnya.</p><p>Dalam sidang kelima ini beragendakan pemeriksaan saksi-saksi pelapor dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama seperti sidang keempat sebelumnya pada Selasa (3/1). (Ant)&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 17:36 WIB

Kemenhub bentuk tim penanganan KM Sinar Bangun

Aktual Hiburan | 19 Juni 2018 - 17:30 WIB

Penyanyi rap terkenal XXXTentacion ditembak mati di Florida

Event | 19 Juni 2018 - 17:12 WIB

Son salahkan dirinya sebagai penyebab kekalahan

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 16:48 WIB

Skytrain Bandara Soekarno-Hatta akan ditambah pada September

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com