Sabtu, 27 Mei 2017

Kuasa hukum Ahok akan laporkan saksi Irena ke polisi

Rabu, 11 Januari 2017 06:35

Terdakwa dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Cilandak, Jakarta, Selasa (10/1). Foto: Antara Terdakwa dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Cilandak, Jakarta, Selasa (10/1). Foto: Antara
Ayo berbagi!

Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana untuk melaporkan saksi pelapor Irena Handono ke Polda Metro Jaya, karena memberikan kesaksian palsu dalam sidang kelima Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta Selatan, Selasa (10/1). 

"Besok (hari ini, red) kami akan laporkan ke Polda Metro Jaya karena apa yang dibilang Ibu Irena ini akan jadi persoalan dan permasalahan di masyarakat karena keterangannya tidak benar," kata Humphrey Djemat, anggota tim kuasa hukum Ahok di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.

Misalnya, kata dia, bahwa Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta telah merobohkan masjid.

"Ahok bilang masjid mana yang saya robohkan? Kalau ada, masjid yang di Marunda itu mau dibangun kembali, bagaimana saya merobohkan masjid padahal saya membangun sekian banyak masjid," kata Ahok seperti dikutip Humphrey.

Selanjutnya, sebut dia, soal Ahok yang tidak membolehkan dilakukannya kegiatan keagamaan di sekitar Monumen Nasional (Monas) untuk kalangan umat Islam, namun untuk kegiatan Paskah diperbolehkan.

"Ahok bilang saya tidak pernah membolehkan kegiatan dari mana pun juga karena sesuai peraturan Monas itu hanya untuk acara kenegaraan," katanya.

Selain itu, kata dia, dikutip Antara, berkaitan bahwa pada hari tertentu tidak boleh memakai pakaian keagamaan muslim seperti jilbab di lingkungan sekolah.

"Ahok bilang itu tidak benar, sampai saat ini juga bebas. Semua sekolah, semua madrasah boleh memakai pakaian muslim. Malah saya memberikan dana yang cukup besar untuk pakaian tersebut dari APBN," ucap Humphrey.

Pihaknya juga meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk melakukan proses hukum kepada Irena Handono karena sudah memberikan keterangan palsu apalagi yang bersangkutan sudah disumpah.

"Tadi majelis hakim bilang, kami akan pertimbangkan ini. Tetapi kalau kami pertimbangkan ini akan berakibat proses hukum yang berjalan karena kesaksian Ibu Irena yang memberikan keterangan palsu," ujarnya.

Dalam sidang kelima ini beragendakan pemeriksaan saksi-saksi pelapor dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama seperti sidang keempat sebelumnya pada Selasa (3/1). 

Masih ada lagi informasi Kasus dugaan penistaan agama menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar