Kamis, 21 Juni 2018 | 13:03 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Kasus e-KTP, KPK akan periksa Anas secara maraton

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Administrator
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum
<p>Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum secara maraton atas kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).</p><p>Anas akan diperiksa KPK selama empat hari. Terpidana kasus Hambalang itu diinapkan di Rutan Pomdam Guntur, Jaksel untuk empat hari ke depan. Anas akan diperiksa untuk tersangka Sugiharto.</p><p>"Untuk kebutuhan pemeriksaan dititpkan di Rutan Guntur selama emapt hari," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Selasa (10/1), seperti dikutip dari Berita Jatim.</p><p>Febri menjelaskan, pemeriksaan terhadap Anas terkait posisisnya selaku anggota DPR dan Ketua Fraksi saat proyek e-KTP itu dibahas di Senayan. Namun, Febri enggan merinci lebih detail mengenai peran Anas.</p><p>"Diperiksa sebagai mantan anggota dpr saat itu menjadi ketua fraksi," ujar Febri.</p><p>Febri tak menampik pemeriksaan Anas maupun sejumlah saksi atas pengakuan maupun bukti yang diserahkan Mantan Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Karena itu, pihak-pihak yang diduga mengetahui soal dugaan korupsi itu dipanggil dan diperiksa sebagai saksi.</p><p>"Untuk mengonfirmasi informasi-informasi yang didapat penyidik. Menurut KPK nazar saksi penting keterangannya, meski tidak bergantung ke Nazar, kewajiban penyidik untuk ada kesesuaian keterangan," tutur Febri.</p><p>KPK diketahui telah menetapkan mantan Direktur Pengelola Informasi dan Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemdagri) Sugiharto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP sejak April 2014 lalu. Dalam pengembangan pengusutan kasus ini, KPK menetapkan Irman, mantan Dirjen Dukcapil yang juga mantan atasan Sugiharto sebagai tersangka. Irman diduga bersama-sama dengan Sugiharto telah melakukan tindakan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan terkait proyek tersebut.</p><p>Irman dan Sugiharto disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiamana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.  </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Juni 2018 - 12:58 WIB

Darmin: Perbaikan struktur ekspor atasi perang dagang

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:48 WIB

Kemenkes masih siagakan petugas kesehatan di sejumlah titik

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:33 WIB

Presiden Jokowi ulang tahun ke-57 hari ini

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:27 WIB

KPK panggil tujuh anggota DPRD Kota Malang

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:12 WIB

AHY kritik pengangkatan M Iriawan jadi Pj Gubernur Jabar

Sosbud | 21 Juni 2018 - 11:52 WIB

Kearifan lokal Koto Gadang masih tetap terjaga

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com