Kamis, 23 November 2017

BPBD siagakan posko bencana 24 jam di NTT

Rabu, 11 Januari 2017 13:12

Ayo berbagi!

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menyiagakan posko bencana 24 jam untuk penanganan kejadian bencana terkait perubahan cuaca yang tidak menentu terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu. 

"Posko siaga bencana kita aktifkan 24 jam di Kantor BPBD dan siap melaksanakan tugas penanganan bencana jika terjadi sewaktu-waktu di tengah perubahan cuaca yang terus tidak menentu ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Rabu (11/1).

Dia mengatakan posko bencana berdurasi 24 jam itu sudah dimulai sejak awal Januari 2017 dan akan berakhir pada Maret 2017 nanti.Dan bisa diperpanjang, jika kondisi cuaca memberikan kemungkinan terjadinya bencana.

"Jika nantinya musim hujan masih terus terjadi maka posko bencana itu akan kita pertimbangkan untuk terus diaktifkan," katanya.

Dia mengatakan sejak perubahan cuaca dengan musim hujan yang terus mengalami peningkatan pada Desember 2016 hingga saat ini, telah terjadi sejumlah bencana yang dialami warga di wilayah tersebut.

Meskipun bencana yang terjadi hanya masuk kategori kecil dan tidak memakan korban jiwa, namun antisipasi untuk penanganan oleh BPBD selalu disiapkan.

Dia menyebut sejak Desember 2016 hingga Januari 2017 ini telah terjadi sejumlah bencana longsor dan pohon tumbang sebagai akibat dari luapan banjir dan angin kencang saat hujan mengguyur.

Namun demikian semua dampak bencana tersebut tidak terlampau menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang terkena bencana. "Yang longsor itu terjadi karena warga memiliki rumah terlalu berada di bantaran kali sehingga terdampak," katanya.

Secara kelembagaan warga tersebut telah diimbau untuk selalu waspada jika sudah terjadi hujan dengan intensitas tinggi. "Agar bisa berjaga-jaga ketika hujan turun yang bisa berdampak banjir," katanya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Kupang untuk secara mandiri memangkas sejumlah pepohonan yang sudah tidak lagi produktif dan dinilai membahayakan jiwa manusia. Hal itu sebagai langkah antisipatif agar tidak terdampak nantinya.

Terkait stok bantuan penanggulangan dampak bencana, Ade Manafe mengatakan sangat tersedia dan siap digunakan kapan saja jika terjadi bencana.

Stok bantuan bencana itu berupa, makanan instan, selimut, tenda dan sejumlah kebutuhan. "Semua stok barang bantuan bencana itu masih tersedia dan siap dimanfaatkan," katanya.

Untuk stok beras bencana, Ade Manafe menyatakan juga sangat tersedia. "Untuk beras bencana tersedia 100 ton dan siap dimanfaatkan," katanya.

Saat ini lanjut Ade warga masyarakat diminta terus waspada agar bisa terhindar dari dampak bencana yang sekatu-waktu bisa terjadi.

"Kita tidak bisa prediksi kondisi alam ke depan. Yang kita butuh kewaspadaan agar bisa terhindar dari dampak bencana itu," katanya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar