Senin, 26 Juni 2017

Pengamat prediksi Ahok-Djarot percaya diri dalam debat

Rabu, 11 Januari 2017 15:36

Ayo berbagi!

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Jakarta Hendri Satrio memperkirakan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat akan tampil percaya diri dalam debat pertama.

"Pada debat pertama Ahok-Djarot pasti jadi pasangan yang paling percaya diri karena merasa pernah melaksanakan tugas sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta," kata Hendri kepada Antara di Jakarta, Rabu (11/1).

Selanjutnya, Hendri juga menilai bahwa pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan tampil dengan beberapa ide yang mungkin bisa mengimbangi kepercayaan diri Ahok-Djarot.

Namun, menurut Hendri Satrio, pasangan yang kemungkinan paling ditunggu justru dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Personal Agus Harimurti Yudhoyono ditunggu, bukan karena dia memiliki 'brand 'Yudhoyono, sosok yang saat ini diperhitungkan Istana tapi publik juga akan menunggu pemaparan cerdas dari Agus setelah beberapa kali absen pada debat yang diselenggarakan media massa," katanya.

Dia juga berpendapat bahwa Agus Harimurti Yudhoyono berpeluang tampil mengejutkan pada debat pertama. Debat publik antar pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI akan diselenggarakan sebanyak tiga kali oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yaitu pada 13 dan 27 Januari 2017, serta 10 Februari 2017.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta mengatakan materi yang akan dihadirkan dalam debat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, didapatkan dari penjaringan aspirasi masyarakat.

"Kami dalam menyusun debat betul-betul menjaring aspirasi masyarakat, tentang apa sebenarnya masalah yang dihadapi masyarakat di ibu kota ini," ujar Komisioner KPU DKI Dahliah Umar.

Dia menjelaskan wadah komunikasi bagi para kandidat calon pemimpin ibu kota, yang akan dilaksanakan pada akhir pekan minggu kedua Januari 2017, bakal memaparkan sejumlah rencana kandidat terkait permasalahan lingkungan, penataan transportasi, permasalahan sosial ekonomi, serta pelayanan mendasar seperti pendidikan dan kesehatan di Jakarta.

"Dalam debat dapat juga dinilai apakah mereka (kandidat) mampu melihat permasalahan ibu kota itu, apakah mereka bisa menjawab dan merealisasikan kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu tertentu, dan bagaimana target-targetnya," terangnya.

Oleh karena itu, dengan adanya debat yang memuat keluhan publik ini, masyarakat kemudian diharapkan ikut aktif menyaksikan proses kampanye tersebut, kata Dahliah menambahkan.

Masih ada lagi informasi Pilgub DKI Jakarta 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar