Minggu, 26 Maret 2017

Penyerang gereja di AS divonis mati

Rabu, 11 Januari 2017 13:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Dylann Roof
AP
Dylann Roof mengatakan: "Saya merasa saya harus melakukannya dan saya masih merasa saya harus melakukan itu."

Seorang warga AS penganut supremasi kulit putih dihukum penjara karena membunuh sembilan orang kulit hitam dengan motivasi rasial di sebuah gereja di South Carolina.

Dylann Roof dinyatakan bersalah pada Desember lalu atas 33 dakwaan federal, termasuk kejahatan dengan unsur kebencian, karena kasus penembakan di kelompok studi Bible pada 2015.

Dia mengatakan tidak menyesal dan mengatakan kepada juri:" Saya merasa saya harus melakukannya dan saya masih merasa saya harus melakukan itu."

Para juri berunding hampir tiga jam sebelum memutuskan vonis.

Pembunuhan besar-besaran itu mengejutkan AS dan memunculkan kembali perdebatan tentang hubungan antar ras dan pengibaran bendera konfederasi.

Roof mengatakan kepada polisi dia ingin memulai sebuah perang ras dan dia difoto dengan menggunakan bendera perang, yang bagi banyak orang merupakan simbol kebencian.

Tragedi itu memicu penurunan bendera dari statehouse South Carolina, yang telah mengibarkannya selama 50 tahun.

Hakim akan mengumumkan hukuman formal pada Rabu pagi.

Setelah vonis diumumkan, pemuda berusia 22 tahun ini berdiri dan meminta penunjukan kuasa hukum baru dan akan mengajukan pengadilan ulang.

Hakim Distrik AS Judge Richard Gergel menyatakan bahwa dia "merasa enggan" dan menginstruksikan Roof untuk memikirkannya semalam.

Puluhan orang keluarga dan rekan para korban di Emmanuel AME Church di Charleston memberikan kesaksian selama persidangan, dengan menyampaikan bagaimana kejahatan Roof berdampak pada kehidupan mereka.

Tetapi tidak ada yang mengajukan banding atas putusan hukuman mati yang diambil juri.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar