Minggu, 28 Mei 2017

8 WNI dideportasi dari Singapura

Rabu, 11 Januari 2017 13:28

Foto: elshinta.com/Dody Foto: elshinta.com/Dody
Ayo berbagi!

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, imigrasi Singapura memberikan status not to land kepada 8 warga negara Indonesia (WNI) karena menyimpan gambar yang mengesankan ajaran ISIS dalam ponselnya. 

"Benar dihentikan di Singapura, setelah dilakukan pemeriksaan diserahkan ke pihak Pemerintah Indonesia," ungkap Martinus kepada wartawan, termasuk Reporter elshinta.com, Dody Handoko di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/1).

Mereka berada di Batam dan sedang dilakukan pemeriksaan intensif oleh Densus 88 Antiteror.

"Melalui Kemenlu kemudian kerjasama dengan Polri, mereka dibawa ke Batam, sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh Densus 88 antiteror," jelas Kombes Martinus.

Pemulangan 8 WNI tersebut terjadi pada Selasa (10/1), sekitar pukul 01.30 WIB. Delapan warga Indonesia tiba di wilayah Singapura masuk melalui Woodland dari Bangunan Sultan Iskandar (BSI), Johor Bahru.

Namun setibanya di Singapura, pihak imigrasi setempat memberi status not to land dan segera mengembalikan ke pihak Pemerintah Indonesia. Pemberian status tersebut karena ditemukan tiga gambar yang mengesankan ajaran dari ISIS.

Namun setelah pemeriksaan di Singapura, 8 WNI tersebut mengamalkan ajaran ahli Sunni Wal Al Jammah serta tidak mendukung perjuangan ISIS yang diketuai oleh Abu Bakar Al Baghdadi. Mereka dibebaskan dengan syarat harus kembali ke Indonesia.

Nama delapan WNI yang dideportasi tersebut adalah:

1. Farhan Hidayat

2. Anif Sadiki Alman

3. Amril Kis

4. Syukri Alhamda

5. Ilvan Oktarozi

6. Muhammad Hijrah

7. Rindce Elfi Hendra (Passpor Saudi Arabia)

8. Hendi Ardiansyah Putra. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar