Senin, 24 April 2017

Trump sebut dirinya sebagai "korban perburuan politik"

Rabu, 11 Januari 2017 14:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
trump
AP
Donald Trump mengatakan tuduhan baru yang terhadap dirinya adalah perburuan politik belaka

Donald Trump mengatakan dia menjadi korban 'perburuan politik' media AS yang melaporkan badan intelijen Rusia telah mengumpulkan bahan yang mencurigakan yang terkait dengan dirinya.

Tuduhan tak berdasar mengatakan Rusia memiliki informasi yang memalukan mengenai Trump.

Tanpa merujuk ke kabar yang beredar, presiden AS terpilih itu menulis kicauan: "BERITA BOHONG -PERBURUAN POLITIK BELAKA!"

Trump akan melangsungkan konferensi pers pada Rabu, sembilan hari sebelum diangkat menjadi Presiden.

Tadinya konferensi pers tersebut akan membahas upayanya memisahkan dirinya dari usaha-usahanya, karena adanya kekhawatiran konflik kepentingan.

Namun sekarang merupakan saat yang canggung bagi presiden terpilih dari partai Republik tersebut.

Selain tuduhan hal-hal yang bersifat pribadi, laporan media juga menuduh adanya komunikasi rahasia antara tim kampanye Trump dengan Rusia.

Badan intelijen AS dilaporkan telah membawa informasi tersebut ke presiden terpilih dan pendahulunya di Gedung Putih, Presiden Barack Obama.

Mereka dikatakan terikat dengan laporan rahasia yang lebih besar adanya campur tangan Rusia ke pemilu AS.

Namun tidak ada yang diumumkan ke publik oleh badan intelijen AS untuk mendukung klaim-klaim tak berdasar ini.

trump
AP
Trump dan Putin saling memuji satu sama lain

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump telah ditekan untuk setuju dengan temuan badan mata-mata AS yang mengatakan Rusia di belakang peretasan surel-surel Partai Demokrat selama kampanye pilpres.

Mereka mengatakan perintah datang dari Kremlin untuk mempengaruhi hasil pemilu terhadap Trump dan menjatuhkan lawannya dari partai Demokrat, Hillary Clinton.

Namun hingga kini dia tidak pernah setuju dengan kesimpulan badan intelijen tersebut.

Dan dia mengutuk pihak-pihak yang menentang hubungan baik dengan Rusia dengan menyebut mereka "bodoh".

Rusia menyangkal adanya keterlibatan dalam peretasan dan menuduh media AS melakukan perburuan politik.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar