Kamis, 27 April 2017

Ternyata usus buntu memiliki fungsi penting

Rabu, 11 Januari 2017 14:37

Ilustrasi usus buntu (sumber: Collective Intelligence) Ilustrasi usus buntu (sumber: Collective Intelligence)
Ayo berbagi!

Selama ini usus buntu diperkirakan tidak memiliki fungsi apapun dalam tubuh, namun kini sejumlah ilmuwan dikatakan telah menemukan kegunaan penting dari usus buntu itu sendiri. Sebelumnya organ tubuh ini diklaim hanya merupakan sisa dari proses evolusi. Organ yang berada di ujung dari usus besar diperkirakan sudah tidak memiliki kegunaan lagi.

Ternyata, peran usus buntu itu besar sebagai tempat aman berlindungnya bakteri yang baik. Tubuh kita menggunakannya untuk "menstarter ulang" sistem pencernaan ketika seseorang terjangkit penyakit seperti disenteri atau kolera, seperti dilansir Collective Intelligence

Menurut para pakar dari Duke University Medical Centre, setelah terjangkit kasus kolera atau disenteri yang parah, usus buntu akan bertindak selaku penyimpanan cadangan bakteria yang baik untuk hadir, setelah sebelumnya terkuras habis. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa usus buntu itu harus dipertahankan dalam segala keadaan. 

Profesor Bill Parker berpendapat, "Sangat penting dipahami bahwa jika usus buntu mengalami peradangan, hanya karena memiliki suatu fungsi maka bukan berarti wajib dipertahankan."

Nicholas Vardaxis dari RMIT University mengamini pendapat dari tim Duke University bahwa teori tersebut sangat masuk akal. Menurutnya, "Jika kita melakukan pengamatan akan evolusi, maka semakin tinggi tingkat perkembangan suatu makhluk, semakin omnivora pilihan makannya; sehingga semakin kecil dan kurang penting usus buntunya, dan manusia adalah contoh yang baik untuk itu." 

Para ilmuwan berhasil menyimpulkan kegunaan usus buntu dari observasi binatang Koala. Tidak seperti manusia, usus buntu koala sangatlah besar. Hal ini membantu mereka dalam mencerna makanan yang hampir sebagian besar terdiri dari makan daun eucalyptus. 

Menurut Profesor Vardaxis, penyusutan ukuran usus buntu dalam manusia disebabkan oleh perubahan pola makan yang terjadi pada kita ribuan tahun lampau. Masih dimungkinan bahwa sebuah spesies dengan usus buntu besar kelak akan berevolusi jika terjadi perubahan drastis dalam pola makan mereka secara terus-menerus. Seekor koalapun, menurut Vardaxis jika menderita radang usus buntu maka kemungkinan akan harus diperasi organnya tersebut. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar