Sabtu, 16 Desember 2017

Tak gubris aturan, prostitusi di Ngawi tetap jalan

Rabu, 11 Januari 2017 19:51

Foto: Ilustrasi elshinta.com Foto: Ilustrasi elshinta.com
Ayo berbagi!

Meski sudah resmi ditutup oleh Pemkab Ngawi per awal tahun, Minggu (1/1/2017) lalu, praktik prostitusi di Ngawi tetap berjalan. Seperti yang terjadi Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Praktik prostitusi di Dawung seperti biasa, bermodus warung kopi. Selain menyediakan kopi, warkop di Desa Dawung juga menyediakan Pekerja Sex Komersial (PSK) untuk menerima tamu para hidung belang hanya saja terkesan plintat-plintut.

Seperti dikutip beritajatim.com, PSK di Dawung sudah mampu melayani tiga tamu pria hidung belang.

Pun si pemilik warkop, menjawab enteng ketika ditanyai masalah penutupan. "Semua urusannya dengan duit. Makanya kami buka," kata Pulung (nama samaran), salah satu mucikari.

Dalam perharinya ujar si pemilik warung rata-rata ada dua sampai tiga cewek yang mangkal untuk menunggu para tamu. Diterangkan juga jika para cewek yang dimaksudkan itu semuanya berasal dari luar desanya bahkan luar daerah Ngawi.

"Semua dari luar Ngawi. Ada dari Jawa Tengah. Ada pula dari Surabaya buangan dari Doly," bebernya.

Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya sudah buka praktek yang tidak lazim tersebut sudah 30 tahun lamanya. Hanya sekarang ini saja ada larangan untuk ditutup.

Terkait masih operasinya tempat prostitusi, Didik Rahmad Purwanto Kepala Satpol PP Ngawi kebakaran jenggot. Padahal jauh hari sebelum deadline penutupan terhitung awal tahun ini pihaknya sudah melakukan langkah persuasive yakni dengan mendatangi tempat prostitusi baik di Alas Malang maupun Dawung.

Kenyataanya saat itu, para pengelola tempat esek-esek tidak akan membuka lagi usahanya meski warung makan dan minum tetap dibuka seperti biasanya. Bahkan kamar-kamar yang diduga kuat sebagai tempat pelampiasan syahwat akan dibongkar sendiri.

“Kalau mereka tetap seperti itu buka praktek tanpa mengindahkan peringatan kita jelas akan dilakukan langkah represif atau tindakan tegas yang melibatkan petugas dari satuan lain bisa Polres Ngawi maupun TNI. Jelas akan kita datangi secepatnya tempat itu akan kita bubarkan paksa,” jelasnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar