Sabtu, 29 April 2017

Jadi korban hoax, Pewarta Foto Indonesia laporkan Eko Prasetya ke polisi

Rabu, 11 Januari 2017 21:29

Ayo berbagi!

Pewarta Foto Indonesia (PFI), Rabu (11/1) melaporkan akun facebook Eko Prasetya ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, Eko mengunggah foto yang diambilnya berupa kumpulan wartawan foto yang sedang duduk di trotoar di sela peliputan sidang dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto itu dibubuhi komentar yang bernada menghina dan memancing kebencian seperti berita hoax.

Ketua PFI Lucky C Pransiska bersama pewarta foto lainnya melaporkan pemilik akun facebook bernama Eko Prasetia karena telah menyebarkan berita hoax. Adapun laporannya itu telah diterima polisi dengan nomor LP TBL/147/I/2017/PMJ/ Ditreskrimsus.

Adapun pemilik akun facebook bernama Eko Prasetia itu dilaporkan dengan pasal berlapis, yakni pasal 310 KUHP, dan pasal 311 KUHP, dan pasal 27 ayat 3 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang ITE.

"Kami baru tahu Selasa, 10 Januari kemarin sore tentang foto yang viral itu. Lalu saya konfirmasi ke teman-teman pewarta, mereka bilang iyah itu yang difoto temen-temen pewarta sedang menunggu sidang (Ahok) di Kementan, Pasming, Jaksel," kata Lucky kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya sore tadi.

Berdasarkan postingan di akun Eko, foto itu diambil pada sidang dugaan kasus penistaan agama yang keempat kalinya, yakni Selasa, 3 Januari 2017 lalu.

Saat itu, pewarta yang tengah meliput dan menantikan persidangan sambil duduk-duduk. Tiba-tiba saja,ada seorang pria yang memfotonya secara mendadak.

"Ada pria melewati mereka, lalu balik lagi sambil berkata, ini tinggal wartawan nih yang belum difoto. Lantas, pria itu mengeluarkan handphonenya dan memotret teman-teman pewarta," tuturnya.

Saat difoto itu, pewarta tak mempermasalahkannya. Namun yang menjadi soal, saat foto tersebut diunggah ke medsos dan diberi komen negatif yang seolah menggambarkan pewarta saat meliput sidang itu memihak kelompok tertentu.

"Foto itu diberikan konteks negatif dengan menyebut kami adalah tim buzzer atau cybernya penista agama. Kami tegaskan, kami tak pernah mendukung pihak manapun dan kami tidak dalam posisi untuk berafiliasi atau berkaitan dengan pihak manapun," terangnya.

Selain itu, pewarta foto juga disamakan dengan Pekerja Seks Komersial. Hal itu sangat merendahkan profesi wartawan yang dilindungi Undang-Undang Pers.

"Kedua, kami disamakan seperti PSK (Pekerja Seks Komersial) yang seolah-olah profesinya sangat rendah," imbuhnya.

Saat tahu adanya berita hoax itu, beber Lucky, PFI pun membuat surat terbuka dan mengumumkannya ke medsos.

Namun, hingga tengah malam, tak ada itikad baik meminta maaf dari pemilik akun yang telah menyebarkan hoax itu. Bahkan, akunnya mendadak tak atif di mesin pencarian.

Baru pada Rabu (11/1) pagi ini, Eko Prasetia melalui akun facebooknya mengirimkan pesan meminta maaf. Penyesalan Eko Setelah Memposting Foto

Eko mengaku berbuat salah. Setelah tahu bahwa foto yang diunggahnya pada 3 Januari lalu itu bermasalah, ia lalu memberikan pernyataan permintaan maaf, lalu berusaha menghubungi pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) via Facebook dan menonaktifkan akun Facebook-nya yang bernama "Eko Prasetia."

"Respon mereka masih ingin melanjutkan ke ranah hukum, tapi saya memohon dengan sangat kepada mereka untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," ujar Eko Prasetia.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar