Kamis, 14 Desember 2017

Trump membantah Rusia miliki 'informasi buruk' tentangnya

Kamis, 12 Januari 2017 01:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, marah menanggapi tuduhan bahwa Rusia memiliki 'informasi yang menyudutkannya' dan menegaskan Moskow tidak pernah berupaya memiliki pengaruh atasnya'.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak terpilih November lalu, Rabu (11/01), dia juga mengecam dinas intelijen AS yang dianggapnya membiarkan 'berita palsu bocor ke masyarakat umum' dengan mengatakan: "Apakah kita hidup di Jerman Nazi?"

Tuduhan yang beredar menyebutkan tim kampanyenya berkomunikasi dengan Rusia dan ada pula yang menyangkut tentang penggunaan prostitusi.

Pemerintah Moskow juga sudah membantah dan Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Vladimir Putin, menyebutnya sebagai 'fiksi bubur' serta 'upaya yang jelas untuk mengganggu hubungan'.

Saat menyampaikan penjelasan kepada para wartawan di Trump Tower, New York, dia mengatakan mestinya tuduhan itu tidak pernah ditulis dan tidak pernah disebarkan.

"Itu semuanya berita palsu, barang palsu," tegasnya sambil menambahkan orang yang sakit yang membuatnya.

Trump mengucapkan terima kasih kepada lembaga-lembaga berita yang memutuskan untuk tidak menerbitkan tuduhan yang sudah beredar selama beberapa bulan.

Ditambahkanya akan menjadi aib bagi reputasi dinas-dinas intelijen jika mereka yang ternyata bertanggung jawab dalam menyebarkan rincian tuduhan itu.

Dokumen lengkap setebal 35 halaman menyangkut tuduhan diterbitkan secara utuh oleh situs internet Buzzfeed.

Tuduhan terbaru mengatakan Rusia memiliki informasi yang menyudutkan tentang bisnis presiden terpilih, video cabul dalam kehidupan pribadi, maupun penggunaan prostitusi di Hotel Ritz-Carlton, Moskow.

Reince Priebus -Kepala Staff Trump- menyebut laporan itu sebagai 'sampah omong kosong palsu'.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar