Kamis, 19 Oktober 2017

Indonesia rindu Gus Dur

Kamis, 12 Januari 2017 06:09

Ayo berbagi!

Banyaknya aksi pengabaian kemajemukan saat ini dinilai membuat kerinduan masyarakat terhadap mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur semakin merekah. 

Hal itu dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menghadiri Haul Gus Dur ke-7 yang digelar di Matraman, Jakarta, Rabu (11/1) malam.

"Sekarang ini banyak yang bilang, kalau ada Gus Dur pasti dia sudah bicara soal ke-Indonesiaan," ujar Luhut menanggapi sejumlah aksi golongan yang terjadi di Tanah Air.

Menurut Luhut, dikutip Antara, kerinduan terhadap mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini semakin merekah karena orang melihat sosoknya sebagai seorang pelindung dan pemersatu.

"Kita kehilangan seorang figur yang selalu mencari jalan keluar dalam perbedaan secara damai, bukan dalam bentuk-bentuk yang membuat kita menjadi galau," ungkap mantan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia itu.

Luhut menilai saat ini masyarakat Indonesia perlu menerapkan nilai-nilai positif yang sejak dahulu diperjuangkan Gus Dur untuk mempersatukan bangsa.

"Jadi, mari kenang Gus Dur. Kita ambil nilai-nilai yang bisa kita bawa untuk membuat suasana lebih tenang di republik ini," katanya kemudian.

Selain Luhut, peringatan hari wafatnya Presiden Indonesia keempat, yang bertema "Gus Dur Sang Aktivis" itu juga dihadiri oleh mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Alwi Shihab dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar