Minggu, 30 April 2017

Narkoba masih terus hantui Indonesia, waspadai ada ekstasi bentuk permen pinguin

Kamis, 12 Januari 2017 07:22

Foto: NTMC Polri Foto: NTMC Polri
Ayo berbagi!

Kasus narkoba di Indonesia seperti tidak ada habisnya, masih saja menghantui dengan berbagai modus dan berbagai bentuk. Seperti yang terjadi baru-baru ini, selama 19 Desember 2016 hingga 9 Januari 2017, upaya Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali membuahkan hasil. Tim Ditresnarkoba Polda Metro berhasil mengungkap peredaran narkotika di tujuh lokasi dan berhasil menyita sejumlah narkotika seperti sabu hingga ekstasi berbentuk permen pinguin. 

Dilansir NTMC Polri, Rabu (11/1), dari 7 lokasi tersebut, polisi menangkap 12 orang tersangka, terdiri dari 11 orang WNI dan 1 warga negara Nigeria.

Di apartemen The Medina, Serpong, Tangerang, Banten, polisi menangkap tersangka Fernando Listianto dengan barang bukti 2.330 butir ekstasi dan 2 gram sabu.

Polisi pun berhasil menyita 635 gram sabu dari tersangka Pandi Fahlevi, Muhammad Rizal, Ike Titus di LP Salemba dan Adrian Permata di LP Surabaya. Mereka ditangkap di Kantor Pos Daan Mogot, Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Tak berhenti disitu, seorang tersangka Bobi Purnama Putra juga ditangkap di sebuah kosan Mandala, Rawabelong, Jakarta Barat, dengan barang bukti 230 butir ekstasi.

Polisi juga menangkap seorang pengedar bernama Sayrio Budi Anggoro di Depok dengan barang bukti 21,42 gram sabu, dan tersangka Agung Pramono, ditangkap di Jalan Raden Saleh, Ciledug, Tangerang dengan barang bukti sabu 1,5 kg.

Kemudian diamankan pula 100 gram sabu dan pisau dari tangan tersangka Said di Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakbar, yang saat penangkapan tim melakukan penembakan pada kakinya karena melawan.

Serta terakhir, tersangka Erwin Sinambela bersam Riki alias Bogel meninggal dunia lantaran dalam pengembangan waktu akan menunjukkan tempat persembunyian sabu kedua tersangka melawan dan mencoba kabur. Dari kedua tersangka tim berhasil mengungkap narkotika jenis ekstasi dengan barang bukti 24.000 butir.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat dikonfirmasi di Mapolda Metro Jaya mengungkapkan, para pelaku kerap mengedarkan narkotika ke beberapa tempat, seperti klub malam. Meski tidak melulu diedarkan di klub malam, namun klub malam menjadi sasaran paling potensial untuk mengedarkan narkotika.

Saat ditanya asal barang haram tersebut, Iriawan menerangkan sebagian besar, jaringan narkotika ini mendapatkan barang haram tersebut dari luar negeri (mayoritas Tiongkok).

Dari pengungkapan tersebut, para pelaku menyelundupkan dan mengedarkan narkotika dengan berbagai modus. Di antaranya sabu yang dikemas dan dimasukkan ke salam tas koper, alat pembuat kopi (coffee maker) dan tromol motor hingga ekstasi berbentuk permen.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, peredaran ekstasi jenis ‘permen pinguin’ ini termasuk langka di Jakarta. Peredarannya pun menyasar pelbagai kalangan, hingga kepada pelajar. Ekstasi ‘permen pinguin’ ini dijual dengan harga rata-rata Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per butir. “Kalau untuk harganya tergantung dari bandar mau jual berapa, rata-rata ratusan ribu sampai Rp 300 ribu per butir," pungkas Nico. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar