Senin, 25 Juni 2018 | 20:25 WIB

Daftar | Login

/

Miris, ibu ini `pasarkan` wanita lewat facebook

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: Humas Polri
Foto: Humas Polri
<p>Unit PPA Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, mengamankan perempuan berinisial RS (21), pelaku perdagangan manusia (human trafficking) yang memanfaatkan media sosial facebook.&nbsp;</p><p>Informasi <i>Humas Polri</i>, Rabu (11/1) malam, tersangka RS diamankan setelah berhasil memasarkan sedikitnya tiga teman wanitanya kepada lelaki hidung belang, melalui akun facebook miliknya. </p><p>Di dalam grup facebook, tersangka meng-upload foto dan tarif para korban yang bisa dibooking oleh siapa saja. Tersangka memasang tarif atas gadis yang ditawarkan itu sebesar Rp1 juta.</p><p>Dari hasil transaksi yang dilakukan, tersangka bisa meraup untung hingga Rp 500 ribu jika seluruh gadis yang ditawarkannya dibooking orang. Sedikitnya ada tiga gadis yang disediakan oleh ibu satu anak ini untuk dapat melayani pesanan.</p><p>Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno dalam keterangan persnya, Selasa (10/1), mengatakan bahwa tersangka ini mengenal para korban pada saat dirinya bekerja di sebuah rumah karaoke di Kawasan Wiyung Surabaya. Dari perkenalan inilah kerap para korban meminta bantuan untuk dicarikan pekerjaan.</p><p>“Tersangka RS ini berhasil diamankan sesaat setelah dirinya menyediakan tiga gadis untuk melayani hubungan badan di sebuah Hotel di Kawasan Jalan Diponegoro Surabaya. Dari transaksi tersebut, tersangka meraup untung hingga Rp500 ribu dari para tamu,” jelas Kompol Bayu.</p><p>Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit handphone merek Samsung warna hitam dan uang tunai sebesar Rp500 ribu.</p><p>Tersangka sendiri akan dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan atau pasal 296 KUHP tentang mempermudah dilakukannya perbuatan cabul dimana ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:15 WIB

Menhub resmikan tim ad hoc kasus kapal tenggelam

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:05 WIB

Mulai 1 Juli perjalan KA diberlakukan subsidi tarif parsial

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 19:56 WIB

Satpol PP segel toko langgar aturan

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 19:46 WIB

Prabowo imbau TNI-Polri netral dalam Pilkada Serentak

Ekonomi | 25 Juni 2018 - 19:36 WIB

Kemenperin sambut positif penerbitan PPH UKM 0,5 persen

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com