Minggu, 24 Juni 2018 | 06:45 WIB

Daftar | Login

/

Gubernur: Biasakan ekspor-impor demi kebutuhan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi.
Ilustrasi.
<p>Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta seluruh pihak membiasakan proses ekspor dan impor demi kebutuhan, termasuk cabai yang saat ini harganya melonjak.</p><p>"Kalau saya, jangan halal atau haramkan ekspor maupun impor karena terpenting harga terjangkau, terutama cabai yang sekarang ini," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (11/1).</p><p>Menurut dia, jika di Indonesia kekurangan, tak ada salahnya impor, begitu juga saat kelebihan, seharusnya melakukan ekspor.</p><p>Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengaku sudah berbicara dengan Menteri Perdagangan terkait hal ini dan menyerahkan sepenuhnya karena merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.</p><p>Menyoroti harga cabai yang tinggi di pasaran, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut sudah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mencari cabai dari luar Jatim, salah satunya Gorontalo, meski jumlahnya terbatas.</p><p>Ke depan, kata dia, harus dilakukan riset karena yang membuat cabai dengan kualitas jelek adalah jamur setelah turun hujan sehingga keropos dan mudah kusut.</p><p>"Harus ada riset bagaimana mengatasi jamur itu, atau mungkin menutupnya dengan plastik," ucapnya.</p><p>Selain itu, Pemprov Jatim memastikan bekerja sama dengan Perhutani untuk menanami klaster cabai di kawasan Jember, Banyuwangi dan Lumajang karena masih kosong sampai saat ini.</p><p>Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur M. Ardi Prasetyawan mengaku berupaya menstabilkan harga cabai lewat jalinan kerja sama dengan beberapa pihak.</p><p>"Kami bekerja sama dengan Bulog dan PT PPI melaksanakan stabilisasi harga di beberapa pasar di Jatim," katanya.</p><p>Ia juga mengaku mendapat cabai dari luar provinsi seperti Gorontalo dengan harga setiap kilogram mencapai Rp67 ribu sehingga bisa dijual di pasaran dengan harga Rp75 ribu yang berarti jauh dari harga pasaran sekarang yakni mendekati Rp100 ribu, bahkan lebih. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 19:25 WIB

Bus AKAP dominasi arus balik ke sejumlah kota besar

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 19:14 WIB

Penurunan PPh UMKM akan perkuat pertumbuhan usaha

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com