Selasa, 12 Desember 2017

Apa Saja Dampak dari Pemberlakuan MEA? Ini yang Perlu Diketahui

Kamis, 12 Januari 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/apa-saja-dampak-dari-pemberlakuan-mea-ini-yang-perlu-diketahui courtesy https://www.cermati.com/artikel/apa-saja-dampak-dari-pemberlakuan-mea-ini-yang-perlu-diketahui
Ayo berbagi!

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah dimulai sejak 2015. Sejak saat itu program yang jadi bagian kerja sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini memunculkan banyak pertanyaan. Misalnya, apa dampaknya bagi tenaga kerja dengan diterapkannya pasar bebas ASEAN ini? Selain itu, mampukah kualitas produk dalam negeri bersaing dengan kualitas produk negara-negara ASEAN lain?

Dan yang tak kalah pentingnya adalah pertanyaan fundamental, seperti bagaimana kondisi sosial politik Indonesia seandainya banyak tenaga kerja Indonesia ke luar negeri atau tenaga kerja dari luar ke Indonesia dengan kebijakan bebas visa? Terlepas dari pertanyaan-pertanyaan di atas, keresahan di sebagian orang mungkin saja muncul. Sebagai bagian dari sebuah pakta perjanjian kerja sama antarnegara, siap atau tidak siap MEA sudah berjalan dan akan terus berjalan.

Baca Juga: 10 Negara Bebas Visa Untuk WNI Selain di ASEAN

Kesatuan Pasar dan Menjadi Basis Produksi sebagai Tujuan MEA

 Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Kesatuan Pasar dan Basis Produksi sebagai Wujud Pelaksanaan MEA via businesscircle.com

 

Keinginan untuk mengadakan MEA sebenarnya bukan hal yang baru. Sebagaimana sejarahnya, keinginan unuk mencetuskan konsep perdagangan bebas yang meliputi negara-negara kawasan ASEAN sebenarnya talah dibicarakan sejak lahirnya ASEAN. Konferensi tingkat tinggi (KTT) yang berlangsung setiap tahunnya hanyalah wadah dari konsep perdagangan bebas dengan tujuan awal untuk menjadikan kawasan ASEAN sebagai wilayah dengan kesatuan pasar dan basis produksi. Dalam perkembangannya, MEA memiliki tujuan (sebagaimana dicantumkan dalam Deklarasi Cebu) yang  berisikan beberapa pilar utama yang akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian di bawah ini.

Pilar-Pilar Utama MEA

Selain mengintegrasikan ekonomi kawasan, ada dua pilar utama dari pelaksanaan MEA, di antaranya:

  • Meningkatkan iklim kompetitif di antara negara-negara ASEAN. Kompetisi yang dimaksudkan di sini tentu saja adalah kompetisi dengan berlandaskan pada rangkaian kebijakan, meliputi perpajakan, pengawas persaingan bisnis, e-commerce, hak kekayaan Intelektual (HKI), hingga perlindungan konsumen.
  • Pengembangan di sisi integrasi ekonomi kawasan dengan ekonomi global, yang salah satunya dilakukan dengan memberikan bantuan teknis terhadap negara dari regional ASEAN yang dengan demikian dapat mengejar ketertinggalan. Hal ini berfokus pada pengembangan skala produksi dan inovasi yang dapat meningkatkan peran serta negara yang dianggap tertinggal di forum regional, bahkan mengarahkan pada inisiatif untuk berkompetisi di forum global.

Jika dirangkum, inti utama dari adanya MEA adalah menekan angka kemiskinan di kawasan regional Asia Tenggara. Diharapkan nantinya ketahanan ekonomi di ASEAN akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di wilayah Asia.

Konsep Dasar MEA dan Daya Tawar di Mata Internasional

Terkait dengan tujuan dari MEA, konsep dasar dari perdagangan bebas MEA adalah pertukaran barang dan jasa yang lebih leluasa tanpa beban aturan atau pajak yang mengikat. Maksud dan tujuan utama sistem ini adalah pengembangan kawasan ASEAN sebagai pilar penyuplai produk dan jasa. Dengan arah kebijakan seperti itu, diharapkan terciptanya satu pasar blok tunggal yang menjadikan negara-negara ASEAN memiliki pengaruh di mata negara-negara di luar ASEAN.

Hal ini tentu adalah hal yang positif bila dipandang dari sisi daya saing. Negara-negara di ASEAN akan semakin dipandang sebagai negara eksportir atau importir sehingga akan semakin mudah untuk melakukan negosiasi dengan pemilik kebijakan, baik pemerintah maupun importir serta eksportir di luar ASEAN. Kekuatan ini adalah satu kekuatan bargaining power di mata internasional.

Baca Juga: Cara Membuat SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

Peluang dan Tantangan dengan Berjalannya MEA

Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Karakteristik Negara-Negara ASEAN via foundersguide.com

 

Sehubungan dengan berjalannya MEA, muncul pro dan kontra yang terjadi di indonesia, terutama yang menyangkut masuknya tenaga kerja (terdidik dan terampil) di pasar dalam negeri. Keresahan ini dinilai wajar. Pasalnya, adanya MEA memungkinkan tenaga kerja untuk profesi tertentu, seperti pengacara, dokter, atau profesi dengan standar pendidikan tinggi lainnya, berkarir di Indonesia. Terlebih kebutuhan tenaga kerja terdidik serta terampil untuk profesi-profesi tersebut belum tercukupi dan terpenuhi secara merata di wilayah-wilayah Indonesia.

Bila dilihat dari sisi positif, peluang akan terjadinya hal tersebut bisa jadi win-win solution atau sama-sama menguntungkan. Sebab kesempatan tenaga kerja terdidik dan terampil Indonesia untuk bekerja di negara lain dalam kawasan regional ASEAN juga sama tingginya. Dengan adanya MEA, tenaga kerja terdidik serta terampil Indonesia punya kesempatan lebih besar dengan tenaga kerja dari negara-negara ASEAN lainnya. Contohnya, bila dokter dari Singapura atau Malaysia bisa masuk Indonesia, sama halnya dengan dokter dari Indonesia yang juga punya kesempatan yang sama untuk bisa masuk ke negara-negara tersebut.

Meningkatkan Investasi dan Memicu Peningkatan Kualitas

Sisi positif lain dari MEA adalah kemungkinan semakin berminatnya pemilik modal untuk melakukan investasi di Indonesia. Perdagangan bebas yang menjadi inti dari lahirnya MEA akan mendorong apa yang disebut dengan foreign direct investment (FDI). Hal ini memungkinkan semakin meningkatnya peluang-peluang yang mendorong berkembangnya sumber daya manusia, peningkatan teknologi di banyak bidang, serta mewujudkan meluasnya lapangan pekerjaan yang dapat membantu Pemerintah yang sedang berupaya mengurangi angka pengangguran.

Pendek kata, hambatan dari segi ekspor serta investasi akan semakin berkurang. Ini tentu sangat baik mengingat Indonesia sendiri masih membutuhkan pengembangan di sektor usaha kecil menengah (UKM). Dengan terintegrasinya ekonomi ASEAN, UKM di Indonesia bisa mengembangkan diri dengan menghasilkan produk yang berkualitas.

Jadi Ruang untuk Mengoreksi Kelemahan Ekonomi Dalam Negeri

Memahami dampak positif MEA juga harus dibarengi dengan mengoreksi kelemahan ekonomi dalam negeri. Yang pertama dan yang perlu disadari bersama adalah regulasi ekonomi yang diterapkan. Sementara meningkatnya skala kompetisi (competition risk) yang menjadi salah satu ciri MEA perlu mendapat perhatian mendalam. Sebab pada dasarnya, homogenitas produk yang dihasilkan negara-negara di Asia Tenggara bisa mengancam pasar dalam negeri.

Masuknya produk-produk, seperti hasil pertanian, perkebunan, produk kehutanan (kayu dan sejenisnya), produk tekstil, serta elektronik yang juga banyak diproduksi negara-negara ASEAN di luar Indonesia jelas menjadi hal yang sangat perlu mendapat perhatian. Selain itu, regulasi menyangkut eksploitasi sumber daya alam juga menjadi aturan lain yang harus dikuatkan. Selama ini Indonesia termasuk salah satu negara dengan aturan eksploitasi sumber daya alam yang cukup longgar.

MEA memungkinkan semakin banyaknya perusahaan dari negara lain yang datang dan masuk ke Indonesia dengan tujuan mengelola sumber daya alam. Karena itu, negara harus melakukan penguatan di bidang regulasi serta aturan yang mengatur. Ini dikarenakan kekhawatiran utama tentang kerusakan ekosistem di Indonesia karena eksploitasi sumber daya alam besar-besaran adalah salah satu sisi negatif dari perdagangan bebas.

MEA Menjadi Basis Keuntungan bagi Segenap Potensi yang Dimiliki Negara

Setiap kebijakan pasti memiliki risiko, termasuk implementasi MEA. Dengan demikian diharapkan para pebisnis dan pekerja profesional jauh lebih peka dengan hadirnya ajang perdagangan bebas ini. Hal ini tak lain agar setiap kondisi yang berkembang selama berjalannya MEA dapat memberi keuntungan bagi Indonesia. Satu hal yang pasti menjadi tuan rumah di negeri sendiri harus tetap menjadi tujuan dari segenap komponen bangsa. Perdagangan bebas bukan berarti menjadikan yang produk dalam negeri terpinggirkan oleh produk dari luar.

Baca Juga: Simak Cara Mudah Transfer Uang ke Luar Negeri

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar