Kamis, 23 November 2017

Nilai UMR Terkini yang Pekerja Wajib Tahu

Kamis, 12 Januari 2017 14:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/nilai-umr-terkini-yang-pekerja-wajib-tahu courtesy https://www.cermati.com/artikel/nilai-umr-terkini-yang-pekerja-wajib-tahu
Ayo berbagi!

Ketika Anda sudah bekerja di suatu perusahaan, mendapatkan gaji menjadi hal yang sangat ditunggu. Gaji atau upah yang diberikan setiap bulan, jumlahnya sudah diperhitungkan oleh perusahaan sesuai dengan jenjang pendidikan, standar perusahaan dan biaya hidup. Informasi terkini per 1 Januari 2017, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi menetapkan nilai UMR (Upah Minimum Provinsi) terbaru dan mulai diberlakukan.

Secara umum, besaran nilai  UMR mengalami kenaikan di setiap provinsi. Sebagai contoh, di Jakarta kenaikan UMR menjadi Rp 3.355.750 dari nilai sebelumnya Rp 3.100.000. Artinya, UMR di Jakarta mengalami kenaikan sebesar 8,25% atau Rp 255.750 dari UMR tahun 2016. Sebagai pekerja Anda tahu pentingnya mengetahui berapa UMR yang layak Anda dapatkan. Tujuannya, Anda lebih mengenali hak-hak Anda sebagai pekerja dan terhindar dari upah tak layak. Cermati apa itu UMR, nilai UMR terbaru dan komponen penting dalam perhitungan gaji UMR. Berikut ulasan lengkapnya.  

Pengertian UMR

UMR atau Upah Minimum Regional adalah suatu standar yang digunakan oleh para pengusaha dan pelaku industri dalam memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Adanya penerapan gaji UMR digunakan untuk melindungi hak para tenaga kerja dalam mendapatkan upah yang layak dan sesuai dengan beban kerja.

Berdasarkan Permenaker No. 1 Tahun 1999 tentang Upah Minimum, UMR terbagi menjadi dua yaitu UMR tingkat I yang berada di Provinsi dan UMR tingkat II di Kota/ Kabupaten. Namun dengan adanya Kepmenakertrans No. 226 Th 2000, UMR tingkat I telah dirubah namanya menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP); dan UMR tingkat II diubah menjadi Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK).

Baca Juga : 7 Manfaat Mengelola Keuangan dengan Baik

Besaran UMR 2017

Provinsi

Jumlah UMR

Provinsi

Jumlah UMR

DKI Jakarta

Rp 3.355.750

Sulawesi Tenggara

Rp 2.002.625

Papua

Rp 2.663.646

Sumatera Utara

Rp 1.961.354

Sulawesi Utara

Rp 2.598.000

Bali

Rp 1.956.727

Bangka Belitung

Rp 2.534.673

Maluku Utara

Rp 1.975.000

Sulawesi Selatan

Rp 2.500.000

Sumatera Barat

Rp 1.949.284

Aceh

Rp 2.500.000

Banten

Rp 1.931.180

Papua Barat

Rp 2.416.855

Maluku

Rp 1.925.000

Sumatera Selatan

Rp 2.388.000

Lampung

Rp 1.908.447

Kalimantan Utara

Rp 2.358.800

Kalimantan Barat

Rp 1.882.900

Kepulauan Riau

Rp 2.358.454

Sulawesi Tengah

Rp 1.807.775

Kalimantan Timur

Rp 2.339.556

Bengkulu

Rp 1.730.000

Kalimantan Selatan

Rp 2.258.000

Nusa Tenggara Timur

Rp 1.650.000

Riau

Rp 2.266.722

Nusa Tenggara Barat

Rp 1.631.245

Kalimantan Tengah

Rp 2.222.986

Jawa Barat

Rp 1.420.624

Jambi

Rp 2.063.000

Jawa Timur

Rp 1.388.000

Gorontalo

Rp 2.030.000

Jawa Tengah

Rp 1.367.000

Sulawesi Barat

Rp 2.017.780

Yogyakarta

Rp 1.337.645


Berdasarkan data nilai UMR di atas, ibu kota Indonesia DKI Jakarta adalah daerah dengan nilai UMR tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Sedangkan kenaikan UMR paling tinggi adalah provinsi Papua yaitu sebesar 9,39%. Setiap kenaikan tersebut telah dilakukan berdasarkan proses perhitungan dan berdasarkan faktor-faktor pokok yang telah ditetapkan.

Pahami tentang UMR

1. UMR Bukan Upah Pokok

umr bukan upah pokok

UMR Bukan Upah Pokok via sundaynews.co.zw

 

Umumnya, orang berpikir nilai UMR itu sama dengan nilai upah pokok. Faktanya, tidak sama. Penjelasannya, UMR adalah upah yang telah berisi gaji pokok dan tunjangan lainnya yang telah ditetapkan. Sementara itu, upah pokok adalah nilai dari gaji pokok saja. Gaji pokok sendiri adalah gaji yang jumlahnya diterapkan sesuai dengan peraturan dan kebijakan perusahaan. Upah pokok jumlahnya lebih kecil dari UMR karena belum termasuk nilai tunjangan.  Kenali dan pahami perbedaannya.

Baca Juga : Pahami Pentingnya Melek Keuangan dengan Cara Ini

2. Penetapan UMR

penetapan umr

Penetapan UMR via front.co.uk

 

Penetapan nilai UMR ditetapkan berdasarkan dari perhitungan oleh Dewan Pengupahan Daerah (DPD). DPD memiliki tim survei untuk turun ke lapangan guna melakukan survei untuk mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Survei dari sejumlah kota dalam provinsi tersebut menjadi perwakilan untuk pengolahan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) perorangan yang belum menikah/berkeluarga di setiap provinsi. Selanjutnya, dari hasil KHL, DPD mengusulkan upah minimum provinsi atau yang sering dikenal dengan istilah UMR, diajukan kepada Gubernur untuk disahkan.

3. Komponen UMR

komponen umr

Komponen UMR via thegaptek.com

 

Hal yang menjadi komponen dalam UMR berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah, adalah:

  • Upah Pokok: imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.
  • Tunjangan Tetap: suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Istri; Tunjangan Anak; Tunjangan Perumahan; Tunjangan Kematian; Tunjangan Daerah dan lain-lain. Tunjangan Makan dan Tunjangan Transport dapat dimasukkan dalam komponen tunjangan tetap apabila pemberian tunjangan tersebut tidak dikaitkan dengan kehadiran, dan diterima secara tetap oleh pekerja menurut satuan waktu, harian atau bulanan.
  • Tunjangan Tidak Tetap: suatu pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerja, yang diberikan secara tidak tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Transport yang didasarkan pada kehadiran, Tunjangan makan dapat dimasukan ke dalam tunjangan tidak tetap apabila tunjangan tersebut diberikan atas dasar kehadiran (pemberian tunjangan bisa dalam bentuk uang atau fasilitas makan).

Hindari Kekeliruan Mengenai UMR

 Upah Minimum = Gaji Pokok (75% dari upah minimum) + Tunjangan Tetap (25% dari upah minimum)

Satu lagi hal yang perlu Anda ketahui, saat Anda menerima gaji bulanan yang biasanya sudah merupakan terdiri dari jumlah gaji pokok + tunjangan tetap + tunjangan tidak tetap. Gaji yang Anda terima itu bukan tergolong upah minimum. Sebab, menurut Undang-undang pasal 94 no.13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja, menyebutkan komponen upah minimum hanya terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Sedangkan, tunjangan tidak tetap tidak termasuk dalam komponen upah minimum.

Menjadi Pekerja Cerdas, Pahami UMR

Sebagai seorang pekerja dan calon pekerja, Anda perlu memahami nilai UMR terkini. Hal ini menjadi hal penting agar Anda mendapatkan upah yang layak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan terhindar dari diupah dibawah standar.

Baca Juga : Solusi Jitu Dapatkan KTA Walau Gaji di Bawah Rp3 Juta

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar