Selasa, 12 Desember 2017

Ketegangan Hubungan Militer Indonesia - Australia Mungkin Picu Preseden Buruk

Kamis, 12 Januari 2017 10:55

(Courtesy: AustraliaPlus) Pasukan Indonesia termasuk 30 orang penerbang Sukhoi telah dilatih dan melakukan latihan di Darwin selama bertahun-tahun. (Courtesy: AustraliaPlus) Pasukan Indonesia termasuk 30 orang penerbang Sukhoi telah dilatih dan melakukan latihan di Darwin selama bertahun-tahun.
Ayo berbagi!

Konsulat Jenderal Indonesia di Northern Territory, Andre Siregar mengatakan apakah ketegangan yang terjadi baru-baru ini terhadap hubungan militer Indonesia Australia terhadap wilayah tersebut masih belum bisa diketahui.

Indonesia baru-baru ini menangguhkan seluruh kerjasama militer dengan Australia berkaitan dengan ‘materi pelatihan yang secara kebudayaan tidak sesuai’ dan keputusan tersebut kemudian diperlunak beberapa hari kemudian.
Darwin telah menjadi medan latihan bagi pasukan Indonesia selama beberapa tahun, yang semakin meneguhkan sejarah panjang kawasan ujung utara Australia atau Top End dengan Indonesia sebagai teman dan sekutu.
Konsulat Jenderal Indonesia di Darwin, Andre Siregar mengatakan persahatabatan tersebut saat ini tengah diuji.

Konsulat Jenderal Indonesia di Darwin, Andre Siregar
Konsulat Jenderal Indonesia di Darwin, Andre Siregar mengatakan persahabatan antara Australia dan Indonesia sedang diuji.

ABC News: James Purtill


"Jika seseorang merasa mereka telah kehilangan rasa keyakinan mereka terhadap sahabat tertentu, maka teman itu perlu benar-benar meyakinkan mereka kalau mereka telah berbuat salah,” kata Andre Siregar said.

Temuan materi pelatihan oleh pasukan khusus yang berkenaan tentang Kemerdekaan Papua Barat yang membuat masa depan latihan militer di Australia Utara terancam.
Penangguhan kerjasama ini sekarang hanya berkaitan dengan sejumlah materi pelatihan di pasukan khusus.

“Bagi kami di NT, kami adalah orang yang akan memantau apakah tahun ini akan ada kerjasama atau tidak, semua tergantung pada hasil dari penyelidikan,” papar Konsul Indonesia.
“Di masa setiap hubungan, pada dasarnya mencerminkan tindakan terhadap satu sama lain, dan tentu saja, cara Australia melihat Indonesia dan Indonesia melihat Australia, masa lalu kita akan menentukan bagaimana kita akan melangkah ke depan.”

Dampak dari ketegangan diplomatik

Ketegangan diplomatik ini telah diperbandingkan dengan pemutusan hubungan kerjasama pada tahu2013 lalu, ketika terungkap upaya penyadapan telepon Presiden ketika itu Susilo Bambang Yudhoyono oleh intelejen Australia pada tahun 2013
“Pemutusan tersebut sangat mempengaruhi sejumlah pejabat di Jakarta dan mereka juga harus melihat kembali bagaimana mereka bisa melangkah maju,”
“Dengan demikian, mereka yang memiliki rasa kurang percaya terhadap Australia akan menggunakan hal itu untuk menyimpulkan bagaimana hubungan kita yang sesungguhnya, sementara kami disini sebagai konsulat hendak memfokuskan pada hal-hal yang baik dan positif.”
Sementara itu, sejumlah laporan yang menyebutkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, yang juga memutuskan hubungan [kerjasama militer antara Indonesia-Australia], pernah sesumbar mengenai upaya memata-matai pangkalan Marinir AS di Darwin tahun lalu, juga ditepis kebenarannya.
“Saya menyesalkan terkadang ada media di Indonesia yang telah salah mengkutip ucapan beliau. Dan sekarang beredar juga gagasan dari berita palsu ini,” kata Andre Siregar.
Bagaimanapun juga. Kisah mengenai Jenderal Gatot Nurmantyo ini telah sempat membuat terkejut Jakarta dan Darwin.

Konsulat Jenderal Indonesia berbasis di Darwin ini mengatakan konsulat Indonesia telah berusaha meningkatkan upaya dan berusaha memperbaiki persahabatan dengan tetangga mereka di Utara Australia .”
Diterjemahkan pukul 15:00 WIB, 11/1/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar