Senin, 25 Juni 2018 | 07:15 WIB

Daftar | Login

/

KY Kalbar pantau sidang korupsi Bansos KONI

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi.
Ilustrasi.
<p>Komisi Yudisial Republik Indonesia, Penghubung Wilayah Kalimantan Barat, memantau sidang terdakwa Zulfadli dugaan kasus korupsi Bansos KONI tahun anggaran 2007-2009, dan dana Fakultas Kedokteran Untan Pontianak tahun 2006-2008 di Pengadilan Negeri Pontianak.</p><p>"Dari sejak awal perkara dugaan korupsi Bansos yang melibatkan anggota DPR RI tersebut, sudah kami pantau," kata Koordinator Komisi Yudisial Republik Indonesia, Penghubung Wilayah Kalbar, Budi Darmawan saat dihubungi di Pontianak, Kamis (12/1).</p><p>Ia menjelaskan, pemantauan tersebut dilakukan agar putusan atau hasilnya bisa adil sesuai dengan hukum berlaku.</p><p>Ia menambahkan, hingga saat ini sidangnya berjalan lancar, dan baru satu kali dilakukan penundaan oleh majelis hakim PN Pontianak.</p><p>Selain terdakwa Zulfadli dalam kasus itu juga ada tersangka UJ mantan gubernur Kalbar (almarhum) dan terdakwa I sudah menjalani proses hukum (almarhum).</p><p>Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Suhadi SW menyatakan, modus terdakwa dalam melakukan dugaan korupsi, yakni meminjam dana KONI dan ke dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan Pontianak untuk kepentingan pribadi atas persetujuan almarhum UJ.</p><p>Menurut dia, atas dugaan korupsi tersebut, tersangka telah merugikan negara yang telah dihitung oleh BPK, yakni bansos KONI sebesar Rp15,242 miliar, dan bansos Fakultas Kedokteran Rp5 miliar atau total Rp20 miliar.</p><p>Pihak kepolisian telah melakukan penyitaan barang bukti, yakni berupa uang tunai sebesar Rp1,2 miliar, satu unit rumah beserta tanah di Depok, dan satu unit kendaraan roda empat merk Proton, dikutip dari laman Antara.</p><p>Ditreskrimsus mulai menangani kasus tersebut sejak 2012, dan mengalami kendala dalam hal pemanggilan, karena untuk memanggil tersangka Zul yang masih aktif menjadi anggota DPR RI membutuhkan waktu dan ada proses yang harus dilewati.</p><p>Sementara untuk kasus tersangka almarhum UJ sudah kami SP3-kan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) karena tersangka sudah meninggal dunia.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Formula 1 | 25 Juni 2018 - 06:42 WIB

Hamilton menangi GP Prancis dan rebut puncak klasemen

Musibah | 25 Juni 2018 - 06:30 WIB

Kasus Danau Toba, Menhub dukung sanksi pidana

Event | 25 Juni 2018 - 06:19 WIB

Jepang imbangi Senegal 2-2

Event | 25 Juni 2018 - 06:07 WIB

Inggris pesta gol ganyang Panama

Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com