Senin, 23 Januari 2017

Babun keluarkan suara vokal mirip manusia

Kamis, 12 Januari 2017 17:44

Foto: Antara Foto: Antara
Ayo berbagi!

Babun mengeluarkan suara mirip bunyi huruf vokal a, i, u, e dan o menurut para peneliti, menyatakan bahwa selama jutaan tahun beberapa monyet punya kapasitas fisik untuk berbahasa.

Penemuan di jurnal PLOS ONE itu menambah dimensi baru dalam perdebatan panjang mengenai bagaimana bahasa bermula dan berkembang, dengan menunjukkan bahwa babun memiliki lidah dan laring yang memungkinkan mereka mengeluarkan beberapa suara seperti huruf vokal.

"Ini untuk pertama kalinya kami melihat ini pada primata nonmanusia," kata salah satu penulis studi, Joel Fagot, peneliti di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional (National Center for Scientific Research/NCSR) Prancis.

"Itu menunjukkan bahwa ucapan manusia punya sejarah evolusi yang sangat panjang dan telah muncul jauh sebelum manusia modern," katanya kepada kantor berita AFP.

Banyak ilmuwan meyakini bahasa baru muncul dalam 70.000 sampai 100.000 tahun terakhir menurut pernyataan CNRS.

Namun studi terkini menunjukkan bahwa kemampuan artikulasi untuk bicara kemungkinan sudah ada sejak 25 juta tahun lalu pada nenek moyang terakhir bersama manusia dan monyet yang dikenal dengan Cercopithecoidae.

Beberapa peneliti berpendapat primata bukan manusia - bersama dengan Neanderthal dan bayi manusia sampai berusia satu tahun - tidak bisa mengeluarkan suara berbeda yang diperlukan untuk berbahasa karena posisi laring mereka terlalu tinggi.

Untuk menguji teori ini pada babun, para peneliti menganalisis vokalisasi yang dibuat oleh 15 babun Guinea, jantan dan betina, yang hidup di pusat primata di Rousset-sur-Arc in France.

Para peneliti mendapati bahwa suara sebanding dengan bunyi vokal a,e,i,o,u dideteksi dalam vokalisasi mereka, apakah dalam seruan kawin, dengus, gonggong, suara bising, atau bunyi dua suku kata "wahoo."

Meski punya kapasitas untuk mengeluarkan suara itu, bukan berarti mereka bisa bicara.

Babun hanya bisa mengeluarkan suara serupa bunyi vokal dan mereka bisa membuat vokalisasi jelas berbeda untuk beragam situasi tapi mereka memiliki banyak kekurangan susunan makna kompleks yang terkandung dalam bahasa manusia. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar