Senin, 25 September 2017

Menhan upayakan alutsista gunakan produk dalam negeri

Kamis, 12 Januari 2017 20:14

Foto: Reporter Elshinta.com, Doddy Handoko. Foto: Reporter Elshinta.com, Doddy Handoko.
Ayo berbagi!

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya mengupayakan alutsista membeli industri di dalam negeri. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri baik kepentingan pertahanan maupun non pertahanan, industri pertahanan juga didorong untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

Ekspor keluar negeri diantaranya telah dilakukan oleh PT PAL Indonesia yang sukses mengerjakan kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan Angkatan Laut Filipina dan juga PT DI yang belum lama ini mengirim pesawat CN235-220M Multi Purpose Aircraft pesanan Angkatan Udara Senegal.

"Kita harus mengupayakan kita membeli industri di dalam negeri kalau industri itu mampu. Kalau belum mampu, kita beli (dari luar negeri) tapi kan ada syarat-syaratnya," kata Menhan usai rapat tentang bela negara, profesionalisme TNI, dan industri pertahanan di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, pada Kamis (12/1), seperti dilakukan Reporter Elshinta, Doddy Handoko.

Menhan dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa untuk menghadapi berbagai ancaman pertahanan negara, selain bertumpu pada profesionalitas TNI dan alutsista yang didukung dengan industri pertahanan, juga perlu melibatkan rakyat yang memiliki nilai-nilai bela negara melalui PKBN. Di samping itu, teknologi pertahanan dan ketersediaan Alutsista juga perlu terus dipersiapkan.

Selain itu, ia menjelaskan hasil rapim. "Hasil rapim adalah bagaimana kita melaksanakan program dengan sebaik-baiknya. Jadi, landasannya adalah kebijaksaan pemerintah nawacita, termasuk masalah kemaritiman. Kedua mewaspadai segala macam bentuk ancaman, ancaman dari luar, ancaman yang sudah berada di dalam," ujarnya.

Ia lantas menambahkan, "(Ancaman) di dalam itu apa, yang kita ketahui, yang sudah dilaksanakan adalah kemarin, sekarang dan yang akan datang apa, itu teroris. Karena apa, dia diporak-porandakan di Timur Tengah, di Suriah, dia lari kemana -mana. Dia lari ke eropa, di sana masih melaksanakan kegiatan yang kita ketahui semua, di Turki dan lain-lain," ucapnya.

Rapim dihadiri Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, Sekjen Kemhan, Irjen Kemhan, pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan serta sejumlah pejabat dari Mabes TNI, Mabes Angkatan dan KKIP. Hadir pula beberapa pejabat perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar